Berita

Pelaku penembakan massal Pantai Bondi (Tangkapan layar RMOL dari siaran ABC News)

Dunia

Pelaku Teror Pantai Bondi adalah Ayah dan Anak

SENIN, 15 DESEMBER 2025 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pelaku Teror Pantai Bondi adalah Ayah dan Anak

RMOL.
Kepolisian Australia telah mengidentifikasi pelaku penembakan massal saat perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, pada Minggu malam, 14 Desember 2025, sebagai seorang ayah dan anaknya. 

Serangan ini telah menewaskan 16 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun, dan melukai sekitar 40 orang lainnya.


Dikutip dari Reuters, Senin 15 Desember 2025, ayah pelaku, berusia 50 tahun, tewas di lokasi kejadian setelah ditembak polisi. Sementara anaknya yang berusia 24 tahun kini dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit. Polisi menyebut serangan itu sebagai aksi teror antisemit yang disengaja.

Sekitar 1.000 orang dilaporkan menghadiri acara Hanukkah yang digelar di taman kecil dekat pantai. Serangan berlangsung sekitar 10 menit, memicu kepanikan massal ketika pengunjung berhamburan menyelamatkan diri ke jalan, taman, dan kawasan sekitar pantai yang saat itu dipadati warga.

Hingga saat ini masih ada 40 korban yang masih dirawat di rumah sakit, termasuk dua anggota polisi yang berada dalam kondisi serius namun stabil. Usia para korban tewas dan luka-luka berkisar antara 10 hingga 87 tahun.

Seorang warga yang terekam video saat menjatuhkan dan melucuti senjata salah satu pelaku dipuji polisi sebagai pahlawan karena tindakannya dinilai telah menyelamatkan banyak nyawa.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengunjungi lokasi kejadian dan menyebut insiden ini sebagai “momen kelam bagi bangsa Australia.”

“Apa yang kita saksikan adalah tindakan kejahatan murni, antisemitisme, dan terorisme di lokasi ikonik Australia,” kata Albanese.

Pengamanan di komunitas Yahudi di seluruh Australia kini diperketat. Sejumlah kota besar dunia seperti London, New York, dan Berlin juga meningkatkan keamanan dalam acara-acara Hanukkah menyusul serangan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras serangan ini dan mengkritik sikap pemerintah Australia terkait isu Palestina, yang menurutnya berkontribusi pada meningkatnya antisemitisme.

Australia sendiri memiliki sekitar 150 ribu warga Yahudi, dengan sepertiga di antaranya tinggal di wilayah timur Sydney, termasuk Bondi. Serangan ini disebut sebagai aksi kekerasan bersenjata terburuk di Australia dalam hampir 30 tahun terakhir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya