Berita

Ilustrasi (Foto: Reuters)

Global

Thailand Berlakukan Jam Malam Imbas Konflik Perbatasan Kamboja

MINGGU, 14 DESEMBER 2025 | 17:10 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Thailand memberlakukan jam malam di wilayah pesisir Provinsi Trat, Minggu, 14 Desember 2025, menyusul meluasnya bentrokan bersenjata dengan Kamboja di sepanjang perbatasan yang disengketakan. 

Kebijakan tersebut diambil meski sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kedua negara sepakat menghentikan baku tembak.

Jam malam di Provinsi Trat diberlakukan di lima distrik yang berbatasan langsung dengan Koh Kong, namun tidak mencakup pulau wisata Koh Chang dan Koh Kood. 


Sebelumnya, militer Thailand juga telah memberlakukan jam malam di Provinsi Sakeo yang hingga kini masih berlaku.

Bentrokan terbaru terjadi di wilayah dekat pesisir dan menambah panjang daftar konflik bersenjata tahun ini antara dua negara Asia Tenggara tersebut. 

Ketegangan kembali meningkat sejak seorang tentara Kamboja tewas dalam insiden pada Mei lalu, yang memicu gelombang kekerasan dan membuat ratusan ribu warga di kedua sisi perbatasan mengungsi.

“Secara keseluruhan, bentrokan masih terus terjadi,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, dalam konferensi pers di Bangkok, seperti dimuat NPR.

Ia menambahkan, bentrokan berlanjut meski Kamboja kembali menyatakan kesiapan untuk gencatan senjata pada Sabtu, 13 Desember 2025.

Surasant menegaskan Thailand terbuka pada jalur diplomasi, namun dengan syarat. 

“Kami terbuka untuk solusi diplomatik, tetapi Kamboja harus menghentikan permusuhan terlebih dahulu sebelum kami bisa bernegosiasi,” kata dia.

Militer Thailand sebelumnya mengklaim telah menghancurkan sebuah jembatan yang digunakan Kamboja untuk mengirim senjata berat ke wilayah konflik. 

Selain itu, Thailand juga melancarkan operasi yang menargetkan artileri Kamboja di Provinsi Koh Kong. Di sisi lain, pemerintah Kamboja menuduh Thailand menyerang infrastruktur sipil.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya