Berita

Produk olahan makanan dari SPPG Demulih. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Petani dan UMKM Punya Peran Penting Sukseskan MBG di Bali

MINGGU, 14 DESEMBER 2025 | 06:50 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

 Produk petani mulai dari beras, sayur, hingga telur segar dari peternak rumahan menjadi gambaran rantai pasok pangan lokal yang kini berperan penting dalam menu harian anak-anak sekolah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Demulih, Bangli, Bali. 

Di sinilah perjalanan bahan pangan lokal dimulai, sebuah perjalanan yang bukan hanya soal gizi, tetapi juga soal harapan dan keberlanjutan ekonomi desa.

Setiap hari, tim SPPG Demulih melakukan proses pemilihan bahan pangan yang ketat. Tidak ada yang dibeli tanpa dicek dulu kesegarannya. Para petani mengaku bangga ketika hasil panen mereka diberi standar kualitas yang tinggi. 


Bagi mereka, ini bukan sekadar transaksi, tetapi bentuk penghargaan terhadap kerja keras di ladang dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 

“Standar yang diterapkan SPPG membuat petani belajar meningkatkan kualitas panen. Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi ikut membangun kesehatan anak-anak desa sendiri,” ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 13 Desember 2025.

Di dapur SPPG, bahan-bahan lokal itu berubah menjadi menu bergizi yang disiapkan tenaga terlatih. Kesegaran bahan membuat proses memasak lebih optimal, aroma lebih natural, dan rasa lebih kuat. 

SPPG percaya bahwa makanan yang baik dimulai dari hubungan yang baik antara dapur dan para petani, pedagang kecil, hingga UMKM olahan pangan. Karena itu, rantai pasok dibangun bukan hanya untuk efisiensi, tetapi untuk memperkuat ekosistem ekonomi yang saling menghidupi.

Bagi pelaku UMKM, kerja sama dengan SPPG Demulih berarti kesempatan baru. Banyak ibu rumah tangga di desa kini ikut memproduksi bahan olahan pendamping menu, seperti tempe segar, bumbu siap pakai, hingga produk roti. Pendapatan mereka meningkat, keterampilan bertambah, dan rasa percaya diri tumbuh karena hasil kerja mereka digunakan untuk mendukung gizi anak-anak sekolah.

Dampak ekonomi terasa nyata. Dengan membeli langsung dari petani dan UMKM, perputaran uang tetap berada di desa. Petani dapat menjual produk dengan harga wajar, UMKM bisa meningkatkan kapasitas produksi, dan masyarakat memiliki peran aktif dalam memastikan kualitas pangan anak-anak berada pada level terbaik. 

“Inilah kekuatan model berbasis komunitas. Ketika pangan bergizi diproduksi dari sumber lokal, manfaatnya kembali ke masyarakat. Anak-anak sehat, petani sejahtera, dan desa tumbuh bersama,” tandas Hida.


Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya