Berita

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah dan Rais Syuriyah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyuarakan islah di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Foto: Tangkapan Layar)

Nusantara

Rais Syuriah PWNU Jateng dan DIY Dorong Islah PBNU

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 23:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh bersama Rais Syuriyah PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  KH Mas'ud Masduqi kembali menyuarakan pentingnya islah di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Keduanya mengajak seluruh jajaran di PBNU mengikuti jejak seruan para masyaikh di Ploso dan Tebuireng, yang sejak awal mendorong penyelesaian konflik melalui jalan damai dan kembali merawat persatuan di keluarga besar NU.

"Semua dilakukan untuk kemasalahatan jamaah dan jam'iyah," kata Kiai Ubaidillah Shodoqoh lewat keterangan tertulisnya, Jumat, 12 Desember 2025.


Dia menegaskan kembali  mandataris ke 34 Lampung bahwa KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmad 2021-2026/2027. 

Oleh karena itu, Kiai Ubaidillah mengajak pengurus PWNU dan PCNU se Indonesia untuk selalu mengikuti pedoman masyaikh NU dan senantiasa menggelar istigosah memohon kepada Allah SWT agar NU semakin kuat dan NU jaya.

"Semua dilakukan untuk kemajuan umat, kemajuan jamaah dan jam'iyah, kemajuan bangsa dan Rahmat bagi semesta," katanya.

Dia menambahkan, pernyataan ini dibuat setelah menimbang kenyataan umat NU yang ada di akar rumput. Seruan kiai sepuh ini menegaskan kembali harapan besar warga NU agar ketegangan di tingkat pusat segera mereda.

Dengan islah sebagai jalan tengah, PBNU diyakini dapat kembali pada marwahnya sebagai pengayom umat, menjaga persatuan jamiyah, dan memastikan energi organisasi terarah untuk kepentingan masyarakat luas. 

"Demikian pernyataan kami berdua semoga mendapat ridho dari Allah SWT," tutup KH Ubaidillah.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya