Berita

Ilustrasi

Politik

Seperti Terra Drone, Harusnya Aparat Usut Korporasi Pembalak Liar di Sumatera

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 18:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah didesak untuk segera mengungkap dan menetapkan tersangka korporasi yang diduga terlibat pembalakan liar yang menyebabkan banjir bandang di sejumlah wilayah di Sumatera.

“Aparat hukum seyogyanya cepat bergerak agar segera diketahui korporasi pembalakan liar di Indonesia. Hal itu perlu dilakukan agar bencana yang sama tidak terulang lagi seperti di Sumatera,” tegas Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada RMOL, Jumat, 12 Desember 2025.

Menurut Jamiluddin, aparat penegak hukum tidak perlu ragu karena Presiden Prabowo Subianto sudah mengingatkan hal itu dan mengecam aksi pembalakan liar yang menyebabkan kerusakan alam dan risiko bencana.


“Penegak hukum tak boleh lagi takut untuk mengungkap korporasi pembalakan liar. Aparat hukum juga tak boleh lagi takut pada beking korporasi pembalakan liar,” ujarnya.

Atas dasar itu, Jamiluddin berharap aparat penegak hukum seharusnya bisa segera mengungkap korporasi pembalakan liar di Indonesia, khususnya di Sumatera. Sebab, masalah pembalakan liar tentu tak jauh beda dengan kasus kebakaran gedung Terra Drone.

Ia lantas membandingkan kerja-kerja penegakan hukum terhadap kasus lain yang dinilainya sangat cepat. 

“Kalau aparat hukum dapat mengungkap kebakaran gedung Terra Drone dalam waktu 1 x 24 jam, seharusnya hal yang sama juga dapat dilakukan pada kasus pembalakan liar di Sumatera,” tegasnya. 

Lebih jauh, Jamiluddin mengatakan rakyat Indonesia menanti aparat hukum dapat mengungkap korporasi pembalakan liar secepatnya. 

“Sebagai hadiah akhir tahun 2025,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Irjen Slamet Uliandi Tersangka Keempat Kasus Penyadapan Telepon Prabowo

Jumat, 06 November 2026 | 02:03

Dzulfikar dan Fuji Abdul Tekankan Intelektualisme Pemuda untuk Pengabdian Bangsa

Jumat, 06 November 2026 | 01:31

Pramono Bertahap Menata Parkir Liar hingga Fasilitas Tanah Abang

Jumat, 06 November 2026 | 01:17

Kalau Hasil Labfor Polri Diragukan, Siapa Lagi yang Mau Dipegang?

Jumat, 06 November 2026 | 01:05

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 06 November 2026 | 00:32

PPKK Perkuat Pengamanan Kawasan Kemayoran

Jumat, 06 November 2026 | 00:17

Tunjukkan Ijazah di Pengadilan Belum Tentu Akhiri Polemik

Jumat, 06 November 2026 | 00:08

Listyo Sigit Cs Pakai Mesin Sadap Seharga Rp212 Miliar

Kamis, 05 November 2026 | 23:39

Gratis Masuk Ancol Bulan November, Cek Caranya

Kamis, 05 November 2026 | 23:12

Jokowi Menolak Ijazah Diuji Ulang, Pengamat: Apa karena Kapolri sudah Diganti?

Kamis, 05 November 2026 | 23:01

Selengkapnya