Berita

Penyaluran MBG di daerah bencana. (Foto: Humas BGN)

Nusantara

Distribusi MBG Terus jadi Prioritas BGN di Daerah Bencana

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 06:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Operasi tanggap darurat Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyalurkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh terus bergerak dinamis. 

Dalam laporan terbaru per 10-11 Desember 2025, muncul pola berbeda di tiap wilayah, mulai dari perluasan jangkauan layanan, peningkatan distribusi, hingga penurunan pasokan di beberapa titik. Ketiga provinsi ini kini menjadi fokus utama pemenuhan gizi bagi warga terdampak bencana.

Di Sumatera Barat, jangkauan operasi terus meluas dengan bertambahnya titik distribusi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dari 169 menjadi 174 titik. Namun, total distribusi bantuan justru turun 25 persen, dari 1.352 menjadi 1.011 porsi. Penurunan ini terutama dipicu berkurangnya suplai di Kabupaten Tanah Datar (dari 969 menjadi 831 porsi) dan Kabupaten Agam (dari 383 menjadi 180 porsi). Sementara itu, jumlah titik pengalihan tetap stabil pada dua titik.


Berbeda dengan Sumbar, operasi darurat di Sumatera Utara mencatat lonjakan bantuan meskipun sebagian data harian masih terbatas. Distribusi bantuan meningkat 25 persen, dari 14.253 menjadi 17.873 porsi, terutama karena dimulainya penyaluran di Kabupaten Tapanuli Tengah yang langsung mencapai 5.644 porsi. 

Di sisi lain, Kabupaten Langkat mengalami koreksi distribusi dari 6.422 menjadi 4.398 porsi. Titik pengalihan tetap berada di 13 titik.

Sementara itu, kondisi operasi di Aceh menunjukkan kestabilan. Titik distribusi yang berhenti operasi naik tipis 0,6 persen (169 menjadi 170 titik), dan titik yang beroperasi normal juga meningkat 0,6 persen (179 menjadi 180 titik). Titik tak terdata menurun signifikan sebesar 17 persen, dari 12 menjadi 10 titik. 

Dari sisi suplai, total distribusi hanya mengalami perubahan kecil sebesar 0,1 persen, turun dari 1.256.661 menjadi 1.255.264 porsi. Meski demikian, Kabupaten Pidie Jaya mencatat peningkatan distribusi yang menonjol dari 79.976 menjadi 99.451 porsi.

Kepala Regional SPPG Provinsi Aceh, Mustafa Kamal, menegaskan bahwa kestabilan operasi merupakan efek dari koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat. 

“Meskipun masih terjadi  beberapa dinamika yang kategorinya kecil dari hari ke hari, Aceh tetap menjaga konsistensinya dalam proses pelayanan,” ujar Mustafa.

“Fokus utama kami adalah memastikan setiap titik yang masih aktif dapat beroperasi tanpa gangguan, terutama di wilayah yang terdampak paling berat seperti kabupaten Aceh Tamiang, Bener meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara dan Gayo Lues,” tambahnya. 

Saat ini wilayah tersebut menjadi tantangan terbesar sekaligus fokus utama dalam proses pendistribusian bagi penerima manfaat, seperti halnya di wilayah Aceh Bagian tengah, mengingat dengan masih terputusnya akses jalan utama yang membuat proses masuknya bahan baku sangat terbatas. 

“Namun demikian kita berharap dengan terjalinnya komunikasi dan kerja sama dengan semua lintas sektor, semoga proses pendistribusian MBG dapat tetap dilaksanakan secara optimal,” ujarnya.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menekankan pentingnya respons cepat berbasis data akurat dalam operasi tanggap darurat. 

“Setiap perubahan titik distribusi maupun volume bantuan menjadi dasar evaluasi kami agar keputusan lapangan tetap tepat sasaran. BGN memastikan bahwa seluruh tim daerah mendapatkan dukungan yang mereka perlukan,” ungkap Hida dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, 12 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan layanan tetap menjadi prioritas utama. 

“Kami terus memantau setiap pergeseran kebutuhan di lapangan. Komitmen BGN adalah menjaga agar bantuan gizi tetap menjangkau kelompok paling rentan pada waktu yang tepat,” tutup Hida.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya