Berita

Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem, Rudianto Lallo (kanan) saat Kunjungan Kerja Reses ke Polda Kalimantan Barat pada Kamis, 11 Desember 2025. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Kunker Reses ke Kalbar

Legislator Nasdem Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Pembalakan Liar

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 00:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Diperlukan penegakan hukum secara preventif terkait banyaknya aktivitas illegal logging atau pembalakan liar yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Para pelaku pembalakan liar di daerah itu harus ditindak tegas. 

Demikian ditegaskan Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem, Rudianto Lallo saat Kunjungan Kerja Reses ke Polda Kalimantan Barat pada Kamis, 11 Desember 2025.

“Dalam dua dekade terakhir, kurang lebih ada 1,2 juta hektare hutan kita hilang. Karena itu kita mendorong penegak hukum untuk melakukan penindakan tegas kepada pelaku-pelaku maupun korporasi-korporasi yang melakukan penebangan liar atau illegal logging,” ujar Rudianto melalui pesan elektronik yang diterima redaksi di Jakarta.


Penindakan tegas dari penegak hukum, kata Rudal akrab disapa, sebagai bentuk mitigasi dan preventif agar tidak terjadi bencana banjir bandang dan tanah longsor seperti di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara baru-baru ini.

“Begitu longsor dan banjir bandang, akhirnya terjadi kerusakan lingkungan yang menjadi musibah, kita tidak mau itu terjadi di Kalimantan. Karena itu kita mendorong penegak hukum untuk menindak keras para pelaku pembalakan liar, termasuk di dalamnya penambang ilegal yang kita tahu Presiden sangat konsen pada praktik-praktik penambangan liar atau illegal mining,” jelasnya. 

Legislator Nasdem itu juga menekankan kepada kejaksaan dan kepolisian untuk berani melakukan penindakan pencegahan maupun penindakan tegas, supaya tidak terjadi musibah. Karena kalau terjadi musibah, terkadang saling menyalahkan satu sama lain. 

"Di situlah tugas penegak hukum untuk melindungi lingkungan, melindungi hutan dan melindungi daerah tambang, karena semua muaranya untuk kesejahteraan rakyat Kalimantan Barat," tegasnya. 

Provinsi Kalimantan Barat yang diketahui menjadi provinsi terluas, yaitu 16 juta hektare wilayah Kalimantan Barat, mayoritasnya adalah hutan. Ini harus dijaga bersama, jangan sampai terjadi kerusakan lingkungan akibat praktik illegal logging maupun illegal mining.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya