Berita

Menteri HAM Natalius Pigai (keempat dari kiri) bersama tokoh penerima penghargaan Pejuang HAM Dunia ke-77 di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025. (Foto: dok. Indemo)

Politik

Enam Pejuang HAM Diganjar Penghargaan, Pigai: Jangan Mundur Selangkah Pun Memperjuangkan Kemanusiaan

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 00:55 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kementerian Hak Asasi Manusia menggelar momen penuh emosi pada peringatan Hari HAM Dunia ke-77 di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025. Enam tokoh lintas generasi dari negarawan, diplomat, hingga aktivis jalanan diganjar penghargaan Pejuang HAM oleh Menteri HAM Natalius Pigai.

Mereka adalah mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, mantan Dubes RI untuk PBB Makarim Wibisono, aktivis Haris Azhar, tokoh pergerakan Hariman Siregar, advokat HAM Yan Christian Warinussy, serta almarhum aktivis muda Muhammad Imam Azis.

"Hari ini saya bisa bicara bebas. Hari ini rakyat bisa kritik saya seenaknya. Demokrasi yang kita nikmati ini ada karena figur-figur yang kita beri penghargaan," ujar Pigai dalam pidatonya.


Pigai menyorot perjalanan panjang Hariman Siregar, tokoh Malari yang namanya lekat dengan perlawanan rezim. Dengan gaya khasnya ia menyelipkan pujian.

"Tujuh tahun sebelum saya lahir, Hariman sudah pegang mic. Tujuh tahun sebelum saya lahir, beliau sudah masuk penjara. Tujuh tahun sebelum saya lahir, beliau sudah dikekang. Tapi tetap saja kritik, tetap pimpin demo," ucap Pigai.

Penghargaan yang diberikan, kata Pigai, mungkin terlihat sederhana. "Bang Hariman, maaf yang saya kasih ini murah kalau lihat bungkusnya. Tapi jangan lihat harganya. Lihat kenapa saya kasih. Anda layak (menerima)," ucap Pigai lagi.

Untuk Jimly dan Makarim, Pigai menyebut keduanya sebagai dua penjaga besar republik di bidang konstitusi dan hak asasi manusia.

"Mana ada orang Indonesia bukan native English tapi bisa jadi Presiden Komisi HAM PBB? Hanya Profesor Makarim. Penakluk, bukan dalam arti negatif, tapi penakluk diplomasi dunia," kata Pigai, lantang.

Giliran nama Haris Azhar disebut, ruangan kembali riuh. Pigai tak menahan kekesalan terhadap ketidakadilan yang kerap menimpa aktivis.

"Dia kerja seperti saya, seperti wakil menteri, seperti bupati dan wali kota. Sama-sama isi ruang kosong. Bedanya kami digaji, dia enggak. Malah dilaporkan, diadili, diteror. Ini injustice. Haris, I love you!" kata Pigai menutup dengan kalimat spontan, disambut tepuk tangan.

Pigai pidato mengalir tanpa teks. Ia berkali-kali menekankan bahwa negara belum sempurna menjalankan mandat kemanusiaan. Ia menyebut banyak ruang kosongyang justru diisi kelompok masyarakat sipil.

Pigai juga menyerukan solidaritas kemanusiaan, khususnya bagi korban bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh.

"Penderitaan saudara-saudara kita harus menyentuh relung hati. Kegiatan ini untuk membangkitkan ukhuwah Islamiah, Kristianiah, Insaniah, Wathoniah."

Pidato ditutup dengan pesan keras ala Pigai, membuat ruangan kembali hening sebelum akhirnya pecah oleh tepuk tangan.

"Catatan terakhir dari saya, jangan takut. Jangan mundur satu langkah pun memperjuangkan keadilan. Jangan pernah mundur memperjuangkan kemanusiaan,"demikian kata Natalius Pigai.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya