Berita

Kolase Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dan Wakil Wali Kota Bandung Erwin. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Publika

Erwin dan Ardito Wijaya

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 16:27 WIB

SAYA sempat mengolok-olok Kejari Bandung waktu mereka menggeledah ruang kerja Wakil Wali Kota Bandung Erwin di Balai Kota pada 30 Oktober 2025. 

Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saja, yang rumahnya digeledah dan barang-barangnya disita, sampai sekarang belum juga tersangka. Sekarang pun belum, sih. 

Tapi mungkin Kejari Bandung malu kalau kelamaan, jadi akhirnya menetapkan Erwin sebagai tersangka. Simak narasinya.


Di antara gemerlap Kota Bandung yang katanya kota kreatif, kota kuliner, kota inovasi, kota tempat Taman Alun-alun saja bisa mendadak penuh seperti konser si Cepot dan Sule tiap sore, hiduplah seorang tokoh megah bernama Erwin. 

Wakil Wali Kota Bandung yang pesonanya konon membuat Gedung Sate berkedip tiga kali, Jembatan Pasupati membungkuk hormat, dan Gedung Merdeka spontan memainkan lagu kebangsaan tiap ia lewat.

Lahir 18 Mei 1972, alumnus SD Cikadut, SMP Santa Maria, SMA Yodhatama, sarjana ekonomi Unpas, magister agama Uninus, kombo langka. 

Paham angka, paham dosa, paham tata kelola, paham kutbah Jumat. Lengkap. Kekayaannya pun tak main-main, Rp25,4 miliar, utang kecil Rp2,6 miliar, yang kalau dibanding APBD Bandung kurang lebih setara uang parkir motor.

Dua dekade jadi pengusaha, lalu DPRD, lalu Wakil Wali Kota 2025-2030. Ini bukan karier, ini mitologi Sunda modern.

Sampai akhirnya pada 9 Desember 2025, bumi Bandung mendadak kayak digoyang Gempa Cicendo jilid II. Kejari Bandung, yang biasanya kalem seperti angin lembut di Braga, mendadak berubah jadi pasukan Avengers tanpa soundtrack. 

Kejari Bandung resmi menetapkan Erwin sebagai tersangka korupsi jatah proyek. Pasal 12 huruf e jo Pasal 15 UU Tipikor, pasal yang bunyinya saja bikin Angkot Kalapa-Dago spontan ganti trayek karena takut.

Dari 75 saksi diperiksa dan dua alat bukti cukup, penyidikan umum naik kelas menjadi penyidikan khusus. “Khusus” yang biasanya dipakai untuk menu sushi, kini dipakai untuk status hukum. Bandung tidak pernah se-eksotis ini.

Modusnya? Klasik, abadi, tidak lekang oleh zaman, minta jatah proyek. Pengadaan barang dan jasa diduga dijadikan ATM pribadi. Tinggal tekan “enter,” proyek turun. 

Tentu Erwin tidak sendiri. Ia ditemani Rendiana Awangga, Ketua Fraksi NasDem Kota Bandung, dalam duet yang bisa bikin Patung Dewi Sartika meneteskan air mata marah.

Saat publik Bandung masih puyeng, dari Lampung Tengah datang kabar tambahan yang membuat satu Indonesia ingin tidur lebih cepat. 

Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, ditangkap KPK lewat OTT pada 10 Desember 2025. Dugaan kasus suap pengesahan RAPBD dan proyek daerah. 

Kekayaannya? Santai, sekitar Rp12,8 miliar, terdiri dari bangunan, kendaraan, dan entah berapa liter air mata rakyat yang ditampung di kolam renang nurani.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto sudah membenarkan OTT kader Golkar itu. Bandung gempar, Lampung gemetar, rakyat gemuk oleh rasa muak.

Alam pun seolah ikut muntah. Bandung hujan, Lampung mendung, cuaca nasional masuk fase “gerah moral.” Apakah korupsi menyebabkan bencana? Secara ilmiah tidak jelas. Secara batiniah, jelas sekali bumi sudah capek.

Pada akhirnya, Erwin yang dulu dielu-elukan kini jatuh ke jurang reputasi. Sementara Ardito menunggu nasib di ruang pemeriksaan KPK. 

Dari langit kehormatan meluncur ke lembah memalukan, semuanya terjadi begitu cepat sampai Gunung Tangkuban Parahu pun ingin meletus lagi sekadar meluapkan emosi.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

DPR Minta Data WNI di Kawasan Konflik Diperbarui, Evakuasi Harus Disiapkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:17

Umat Diserukan Salat Gerhana Bulan dan Perbanyak Memohon Ampunan

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:05

KPK Terus Buru Pihak Lain yang Terkait dalam OTT Bupati Pekalongan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:56

Putin dan MBS Diskusi Bahas Eskalasi Timur Tengah

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

MBG Perkuat Fondasi SDM Sejak Dini

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:46

Siap-siap Libur Panjang Lebaran 2026, Catat Jadwal Sekolah dan Cuti Bersama

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:45

Angkat Kaki dari BOP Keputusan Dilematis bagi Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:40

Sunni dan Syiah Tak Bisa Dibentur-benturkan

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:25

Perang Iran-AS Bisa Picu PHK Besar-besaran di Indonesia

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:19

Melania Bicara Perlindungan Anak di DK PBB Saat Perang Iran Makin Panas

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:18

Selengkapnya