Berita

enteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menghadiri prosesi groundbreaking rekonstruksi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. (Foto: Humas Kemenko PM)

Politik

Jalani Instruksi Presiden, Cak Imin Hadiri Groundbreaking Al Khoziny

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 14:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menghadiri prosesi groundbreaking rekonstruksi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang sebelumnya mengalami ambruk.

Sosok yang akrab disapa Cak Imin itu menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara simbolik, melainkan momentum bersama untuk berbenah dan memperkuat masa depan pesantren.

“Groundbreaking ini bukan sekadar seremonial. Mari kita jadikan sebagai momentum muhasabah, evaluasi, sekaligus ajakan untuk bersama-sama bahu membahu dan gotong royong memperbaiki pesantren supaya ke depan semakin aman, semakin nyaman, dan semakin baik untuk santri-santri kita,” ujar Cak Imin di Ponpes Al-Khoziny, Pasuruan, Kamis, 11 Desember 2025.


Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan bahwa musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny harus menjadi pengingat penting.

“Musibah Al Khoziny harus menjadi penyadar, tempat kita bangkit melihat masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Cak Imin mengungkapkan sejak awal kejadian, Presiden Prabowo Subianto langsung memberikan instruksi khusus agar pemerintah bergerak cepat memastikan rekonstruksi berjalan efektif serta mencegah kesalahan masa lalu terulang.

“Sejak awal musibah, Pak Presiden memerintahkan saya untuk segera melakukan langkah cepat dan efektif. Pak Presiden punya komitmen dan perhatian tinggi ketika menyangkut pesantren,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin juga membagikan kembali kisah kedekatan Presiden Prabowo dengan dunia pesantren.

“Beliau sering cerita. Dulu zaman perang dan menghadapi berbagai kesulitan, pesantrenlah yang menjadi backup. Termasuk Pak Presiden sendiri, kalau mau perang pasti ke pesantren dulu, golek jimate dulu. Semoga doa para kiai tetap sakti dan tetap manjur ilaa yaumil qiyamah,” ujarnya.

Cak Imin menegaskan bahwa pesantren adalah institusi pendidikan komprehensif yang mempersiapkan santri menghadapi tantangan dunia sekaligus akhirat. Oleh karena itu, peningkatan keamanan, kualitas bangunan, serta tata kelola pesantren harus menjadi prioritas nasional. 

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya