Berita

Tim Penanggulangan Bencana PDIP bantu ketersediaan air bersih bagi korban bencana di Sumatera Barat. (Foto: Dokumentasi Alex Indra Lukman)

Politik

Ketersediaan Air Bersih Masih jadi Masalah bagi Korban Bencana Sumbar

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 00:50 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ketersediaan air bersih menjadi masalah relawan yang berjibaku membersihkan lumpur dari rumah penduduk dan fasilitas publik di daerah terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat sejak tanggal 27 November 2025.
 
Hujan yang terus turun di arah gugusan Bukit Barisan, membuat aliran sungai yang berhulu di pegunungan yang membentang di sepanjang sisi barat Pulau Sumatera itu, tak kunjung jernih. Seiring hujan, debit air sungai ikut meningkat disertai bau tanah yang menyengat indra penciuman.
 
Hal ini memicu trauma tersendiri bagi masyarakat, tak terkecuali bagi relawan yang telah menyaksikan langsung dampak ganasnya terjangan air bah, dipicu hujan lebat selama 6 hari lebih di akhir November 2025.
 

 
“Sebenarnya, ketersediaan air cukup banyak di sungai. Tapi, kondisinya sangat keruh karena telah bercampur tanah yang hanyut dari hulu sungai. Dalam memenuhi kebutuhan, mayoritas warga gunakan air hujan yang ditampung selain sumbangan berbagai lembaga,” ungkap Tim Penanggulangan Bencana PDIP Sumbar, Gery Fernando dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 10 Desember 2025.
 
Sejak bencana banjir dan longsor menghadang, Gery yang juga tenaga ahli anggota Fraksi PDIP Dapil Sumbar I, Alex Indra Lukman, ditugasi mengkoordinir Tim Penanggulangan Bencana PDIP yang bergotong royong dengan masyarakat di lokasi bencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.
 
Krisis air bersih juga dirasakan Tim Penanggulangan Bencana anggota DPR Alex Indra Lukman yang terjun ke Kecamatan IV Nagari Bayang Utara. Wilayah itu merupakan salah satu titik terparah terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
 
Di kecamatan ini, Alex menurunkan 25 orang personel terdiri dari 2 dokter, 4 perawat dan 2 administrator serta 17 orang non-medis.
 
"Dalam dua hari masa tugas di Bayang Utara ini, tim melakukan layanan medis, pembagian sembako, pakaian, pembalut, pakaian dalam, kerja bakti dan inventarisasi dampak bencana di sektor pertanian dan perikanan,” ungkap Koordinator Tim Penanggulangan Bencana Alex Indra Lukman, Farid Anshar Alghifari .
 
Diketahui, di kecamatan ini terdapat tiga nagari (desa-red) yakni Muaro Aie, Pancung Taba dan Limau Gadang telah kehilangan pasokan listrik sejak banjir bandang dan tanah longsor melanda. Begitupun dengan jaringan internet.
 
Terhitung mulai hari ini, Nagari Pancung Taba yang jadi lokasi posko Tim Penanggulangan Bencana Alex Indra Lukman, telah terisolir total karena akses jalan ke nagari ini putus diterjang air sungai yang debitnya kembali besar seiring hujan yang turun sejak Rabu pagi.
 
Secara terpisah, langkanya air bersih di tengah masyarakat korban bencana juga diakui Ketua PDIP Kota Padang, Albert Hendra Lukman.
 
Ia berharap akan tersedia air bersih dari 5 aliran sungai utama yang melintasi ibu kota provinsi Sumatera Barat yakni, Batang (sungai) Arau, Kuranji, Tarung, Kandis dan Lagan dengan 16 sungai kecil yang jadi anak sungainya, juga nyaris tak mungkin.

Hampir setiap hari, ungkap anggota DPRD Sumbar itu, terhentinya produksi air bersih PDAM serta air sungai yang terus keruh selang 14 hari pascakejadian banjir, membuat permintaan air bersih tak kunjung berhenti.
 
“Warga bahkan ada yang menawar, bersedia membayar ratusan ribu rupiah untuk 1 tandon air ukuran 1200 liter yang kita bagikan gratis itu,” jelasnya.
 
“Ini adalah salah satu dampak bencana hidrometeorologi yang tak kasat mata, namun nyata terjadi di tengah korban bencana,” ungkap Albert tentang dinamika berbagi air bersih gratis yang terjadi di lapangan.
 
Pendistribusian air dilakukan dengan mobil pickup yang membawa tandon air. Jika beruntung, dilakukan dengan cara menyewa truk tangki dengan kapasitas 5 ribu liter bahkan lebih.
 
“Distribusi air bersih ini dilakukan sesuai permintaan yang masuk pada Posko Darurat Banjir di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Padang, kawasan Ulak Karang. Dimanapun lokasinya, air kami usahakan dikirim memenuhi permintaan warga terdampak bencana,” pungkas Albert.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya