Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Petani Sayur dan Buah Vietnam Rugi Miliaran Akibat Banjir

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 12:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Hujan deras yang turun tanpa henti ditambah luapan air dari waduk telah menyebabkan banjir besar di berbagai wilayah pertanian Vietnam. Kebun anggur, bawang, hingga buah naga di sejumlah provinsi terendam selama berjam-jam dan memicu kerugian besar bagi para petani.

Di Komune Lien Huong, misalnya, petani bernama Nguyen Van Hau hanya bisa pasrah melihat kebun anggurnya seluas 5.000 meter persegi terendam banjir padahal panen tinggal 10 hari lagi. Ia tadinya memperkirakan bisa memanen sekitar 5 ton anggur dengan harga 45.000-50.000 Dong per kilogram. Namun semuanya hilang akibat terendam lama. Total kerugiannya diperkirakan lebih dari 220 juta dong (sekitar Rp146 juta). 

“Anggurnya tidak cukup manis dan busuk. Tidak ada satu pun yang tersisa untuk dimakan. Saya berencana menggunakan uang panen untuk Idul Fitri, tapi sekarang saya tidak punya apa-apa,” keluh Hau, dikutip dari Fresh Plaza, Rabu 10 Desember 2025.


Tak hanya anggur, kebun bawangnya seluas 10.000 meter persegi juga tertimbun sedimen hingga setebal satu meter. Ia mengatakan air mulai memasuki lahannya pada 4 Desember, hanya beberapa jam setelah menerima pemberitahuan bahwa Danau Phan Dung akan melepaskan air. 

“Beberapa bulan ini hujan terus. Banjir membuat orang-orang kehilangan seluruh hasil kerja mereka,” ujarnya. 

Pemerintah daerah mencatat total 4.128 hektare lahan pertanian terdampak, dengan kerugian sementara diperkirakan mencapai 113 miliar Dong (sekitar Rp75 miliar). 

Kerugian besar juga dialami petani buah naga. Direktur Koperasi Buah Naga Mai Huong, Nguyen Anh Mai, mengatakan 20 hektare lahan produksi mereka ikut terendam, menyebabkan sekitar 20 ton buah rusak dan tak bisa dijual. Dengan harga pasar saat ini, banyak rumah tangga kehilangan 400-500 juta Dong. Butuh sekitar enam bulan untuk pulih. 

“Yang paling dibutuhkan sekarang adalah bantuan modal bagi petani sesuai angka kerugian agar mereka bisa menanam kembali,” ujar Mai.

Di Komune Ham Thuan Nam, banjir memaksa para petani melakukan panen darurat. Mereka memanen buah sambil meraba-raba dalam air keruh tanpa jarak pandang. Sekitar 80 persen hasil panen berhasil diselamatkan hari itu, tetapi kondisi menjadi sangat berbahaya karena tinggi air melebihi dua meter.

Tak semua petani seberuntung itu. Di kota Lap Nghia, kebun seluas 5.000 meter persegi tenggelam sebelum buah mencapai matang, menyebabkan kerugian sekitar 80 juta Dong. 

Pihak berwenang mengatakan banjir dipicu kombinasi hujan ekstrem dan luapan bendungan. Air kini mulai surut, dan proses penilaian kerusakan sedang dilakukan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya