Berita

Suasana kerusakan akibat banjir bandang di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat pada Kamis, 27 November 2025. (Foto: Humas BNPB).

Politik

Bukan Hanya Cuaca, Bencana Banjir Asia Dipicu Kekalahan Melawan Kerusakan Alam

RABU, 10 DESEMBER 2025 | 12:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejak akhir November, Asia Selatan dan Tenggara dilanda krisis kemanusiaan dan lingkungan yang luar biasa. Badai tropis dan hujan monsun yang pecah dengan intensitas ekstrem tidak hanya membawa banjir, tetapi juga membawa petaka berupa tanah longsor yang mematikan.

Korban jiwa di seluruh kawasan, yang mencapai lebih dari 1.800 orang, menjadi bukti nyata bahwa ini bukanlah sekadar bencana cuaca musiman, tetapi konsekuensi langsung dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang kian parah. Negara-negara seperti Indonesia, Sri Lanka, Thailand, dan Malaysia menanggung beban terberat.

Laporan dari Asia Water Development Outlook 2025 (ADB) memperingatkan, gangguan pada sistem air di Asia akibat perubahan iklim kini mengancam miliaran nyawa. Banjir kali ini menghancurkan kehidupan: merusak rumah, memutus akses jalan, dan yang paling tragis merenggut ribuan nyawa.


Indonesia menjadi negara dengan korban terbanyak. BNPB melaporkan 961 orang tewas dan 293 masih hilang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lebih dari satu juta orang mengungsi, 156.000 rumah rusak, dan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan tenaga medis masih sangat terbatas. 

Krisis kemanusiaan diperburuk oleh logistik. Gubernur Aceh Muzakir Manaf secara tegas menyatakan, “Orang-orang mati bukan karena banjir, tapi karena kelaparan.”

Penyebab bencana semakin jelas: masalah diperparah oleh penebangan liar dan hilangnya fungsi hutan akibat ekspansi perkebunan dan pertambangan di Sumatera. Sebagai respons, Presiden Prabowo berencana mengakuisisi 200 helikopter pada 2026 untuk memperkuat kesiapsiagaan.

Di Sri Lanka, Siklon Ditwah - disebut sebagai yang terparah dalam satu abad - menewaskan 618 orang. Sementara air mulai surut, ancaman longsor di perbukitan tetap tinggi akibat monsun. Thailand juga mencatat 276 korban tewas, banyak di antaranya akibat kecelakaan dan sengatan listrik saat banjir.

Malaysia pun tak luput, dengan delapan negara bagian di utara mengalami banjir parah, memaksa 18.700 penduduk mengungsi dan menelan sedikitnya dua korban jiwa.

Bencana yang melanda Asia Tenggara kali ini mengirimkan pesan kritis: ini adalah alarm bahwa negara-negara kawasan harus segera mengubah prioritas. Dengan ribuan korban jiwa dan jutaan pengungsi, tantangan kini adalah memperbaiki sistem mitigasi bencana, memperkuat perlindungan lingkungan, dan membangun infrastruktur yang benar-benar tahan terhadap iklim ekstrem, sebelum alam mengambil korban yang lebih besar lagi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya