Berita

Presiden Prabowo Subianto dan PM Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad, Selasa, 9 Desember 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Pakistan Pacu Ekspor Pertanian untuk Seimbangkan Dagang dengan RI

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 19:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Pakistan menargetkan peningkatan ekspor pertanian ke Indonesia sebagai upaya untuk menyeimbangkan neraca perdagangan kedua negara. 

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam konferensi pers bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Islamabad, Selasa, 9 Desember 2025.

Sharif menegaskan bahwa kedua negara telah menyepakati penguatan kerja sama di berbagai bidang. 


“Telah kami putuskan untuk dipromosikan adalah perdagangan bilateral, budaya, interaksi di bidang kesehatan medis, pendidikan, dan pelatihan vokasi. Saya rasa tonggak-tonggak penting telah kami tetapkan untuk dicapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan nilai perdagangan Indonesia dan Pakistan saat ini mencapai 4,5 miliar dolar AS, di mana lebih dari 90 persennya berasal dari impor minyak sawit Indonesia. 

Karena itu, Pakistan berupaya meningkatkan ekspor pertanian dan sektor lainnya agar hubungan dagang kedua negara menjadi lebih seimbang.

“Kita telah membahas bagaimana mengambil langkah korektif untuk menyeimbangkan neraca perdagangan ini melalui ekspor pertanian dari Pakistan, melalui ekspor inisiatif berbasis IT, dan tentunya banyak bidang lain di mana kita benar-benar bisa mengisi kesenjangan ini,” jelas Sharif.

Pakistan juga menyatakan kesiapannya mendukung pengembangan sektor kesehatan dengan mengirimkan dokter hingga pakar medis ke Indonesia.

“Hari ini kita juga sepakat bahwa kita akan dengan senang hati mengirimkan para dokter, dokter gigi, profesor kedokteran, dan pakar terkait lainnya dari Pakistan ke Indonesia untuk mewujudkan impian Anda, yaitu membangun sejumlah besar perguruan tinggi kedokteran dan universitas di sana,” tutur Sharif.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya