Berita

Pengungsi di wilayah perbatasan Thailand. (Foto: Reuters)

Dunia

Ribuan Warga Mengungsi Gegara Konflik Baru Thailand-Kamboja

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 18:12 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Ribuan warga terpaksa mengungsi akibat eskalasi konflik terbaru Thailand-Kamboja pada Senin 8 Desember 2025. Bentrokan dua negara tetangga itu kembali pecah dan serangan udara dilancarkan di wilayah sengketa. 

?Dilansir dari Reuters, ketegangan meningkat sejak akhir pekan. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan tidak pernah menginginkan kekerasan, namun menyatakan Bangkok akan menggunakan cara yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatannya.
?
Sedangkan mantan Pemimpin Kamboja Hun Sen menuding Thailand sebagai agresor dengan menyebut adanya “penjajah” yang memprovokasi balasan.
?

?
?Militer Thailand menyebut bentrokan bermula dari tembakan pasukan Kamboja di Provinsi Ubon Ratchathani, yang kemudian dibalas dengan serangan udara. Sebaliknya, Kementerian Pertahanan Kamboja mengklaim Thailand yang menyerang lebih dulu di Preah Vihear.
?
?Satu tentara Thailand dan empat warga sipil Kamboja dilaporkan tewas, sementara belasan lainnya luka-luka. Situasi makin kacau setelah hampir 650 sekolah di lima provinsi Thailand diperintahkan tutup demi keamanan.
?
?Konflik perbatasan ini bukan hal baru. Perselisihan teritorial sepanjang 800 kilometer itu sudah berlangsung lebih dari satu abad. 

Tahun ini kembali memanas setelah serangan roket Kamboja pada 24 Juli 2025 disusul serangan udara Thailand, sebelum keduanya menyetujui gencatan senjata darurat yang ditengahi Malaysia. 
?
?Bahkan, perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani Oktober 2025 di hadapan Presiden AS Donald Trump tak bertahan lama. Dua minggu kemudian, Thailand menangguhkan implementasinya setelah dua tentaranya terluka.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya