Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Bitcoin Turun ke 90.110 Dolar AS

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 14:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin kembali melemah 1,52 persen menjadi sekitar 90.110 Dolar AS pada Selasa siang, 9 Desember 2025.

Dikutip dari CoinMarketCap, ada beberapa faktor yang membuat pergerakannya lesu dalam beberapa hari terakhir. Salah satunya dugaan manipulasi dari investor besar. 

Sejumlah analis melihat pola yang cukup mencolok bahwa, sejak awal November, Bitcoin sering jatuh tajam sekitar pukul 10 pagi waktu New York, bertepatan dengan pembukaan pasar AS. Akhir pekan lalu saja, lebih dari 171 juta Dolar AS posisi long terlikuidasi ketika volatilitas meningkat. Nama seperti Jane Street ikut disorot karena perusahaan ini menangani ETF Bitcoin BlackRock senilai 2,5 miliar Dolar AS.


Dengan perdagangan berfrekuensi tinggi, mereka berpotensi memicu likuidasi berjenjang sehingga menciptakan tekanan jual yang terkesan artifisial, meskipun sentimen fundamental sebenarnya masih kuat. Sebagai contoh, MicroStrategy baru saja membeli Bitcoin senilai 962 juta Dolar AS.

Selain itu, pasar juga sedang gelisah menunggu keputusan suku bunga The Fed. Saat ini peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkirakan mencapai 87 persen. Namun sebagian pelaku pasar khawatir Fed bisa saja memberi sinyal "hawkish pause" yang mengindikasikan penundaan pelonggaran lebih lanjut. 

Dari sisi teknikal, tekanan jual juga semakin terlihat. Bitcoin kini bergerak di bawah SMA 30 harian di level 92.383 Dolar AS dan telah menembus kanal naik yang terbentuk selama beberapa bulan terakhir. 

Jika harga turun menembus 89.700 Dolar AS, maka peluang menuju area sekitar 86.388 Dolar AS yang merupakan level Fibonacci 78,6 persen, akan semakin besar.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya