Berita

Para peserta simposium bertema “Solusi Perdamaian di Bumi Palestina”. (Foto: Universitas Binawan)

Nusantara

Universitas Binawan Gelar Simposium Dukung Kemerdekaan Palestina

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 04:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Universitas Binawan menyelenggarakan Simposium Palestina dengan tema “Solusi Perdamaian di Bumi Palestina” beberapa waktu lalu. 

Narasumber dari Simposium ini adalah Wakil Rektor Tata Kelola dan Sumber Daya Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni, Direktur Eksekutif Baitul Maal Muamalat, Tegar Sangga Barkah dan artis Wanda Hamidah. Simposium dihadiri oleh segenap civitas academica UBinawan dan masyarakat umum pemerhati Palestina.

Simposium diselenggarakan dalam rangka membangun kepedulian civitas akademika Universitas Binawan terhadap penderitaan bangsa Palestina. Meskipun sudah dicapai kesepakatan gencatan senjata namun hingga saat ini Israel terus melakukan pelanggaran dan rakyat Palestina masih hidup dalam kondisi memprihatinkan. Kesepakatan untuk menuju pembebasan Palestina dari penjajahan Israel juga masih belum jelas.


Wakil Rektor Tata Kelola dan Sumber Daya Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni menjelaskan bahwa saat ini kesadaran baru mulai muncul di masyarakat Amerika Serikat yang berdampak mulai turunnya dukungan terhadap Israel dan berkembangnya solidaritas untuk mendukung kemerdekaan Palestina. 

Bahkan mayoritas kaum muda (khususnya Gen Z) di Amerika Serikat bukan hanya menyuarakan dukungan terhadap Palestina tetapi juga terhadap Hamas. Disamping itu kesadaran baru yang muncul di Amerika Serikat adalah berkembangnya perlawanan terhadap dominasi Zionis. 

“Masyarakat melihat bahwa selama ini Pemerintah Amerika hanya dimanfaatkan oleh kepentingan Zionis. Kesadaran baru ini diperkirakan akan memperlemah dukungan politik dan militer Amerika terhadap Israel. Mempertimbangkan bahwa kekuatan Israel pada dasarnya adalah karena dukungan Amerika. Amerika yang berubah akan berdampak signifikan terhadap eksistensi Israel dan membuka peluang yang lebih besar untuk pembebasan Palestina,” ujar Farouk dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 8 Desember 2025.

“Isu Palestina sejalan dengan paling tidak 2 'Core Values' UBinawan yakni Akhlak dan Internasional. Sebagai bagian dari Komunitas Pendidikan Internasional,  Universitas Binawan turut terpanggil menyuarakan penolakan terhadap penjajahan yang hingga saat ini masih terjadi di bumi Palestina. Aksi ini merupakan wujud nyata terhadap pemahaman nilai-nilai kemanusiaan, HAM dan peradaban dunia yang perlu diperjuangkan,” tambahnya.

Farouk memaparkan saat ini terjadi inkonsistensi sikap pemimpin dunia dalam menyikapi genosida bangsa Palestina. Penindasan yang seolah dibiarkan tersebut telah menimbulkan tingginya korban meninggal dari kalangan warga sipil dan kerusakan sarana umum yang masif. 

“Sejak gencatan senjata sedikitnya ada 312 warga sipil meninggal dunia dan 760 luka serius. Fenomena ini menggambarkan seolah pihak penjajah tidak peduli dengan kesepakatan damai dan mekanisme gencatan senjata yang disepakati,” terang Farouk.

Narasumber lainnya, aktris dan aktivitas kemanusiaan Global Sumud Flotilla Wanda Hamida menceritakan pengalamannya ketika melakukan pengiriman bantuan kepada rakyat Palestina. Menurutnya, proses pengiriman bantuan bagi korban penjajahan di Palestina penuh tantangan. Misi yang dijalani beberapa waktu lalu sering mendapat hambatan dari pihak-pihak yang tidak ingin rakyat Palestina mendapat bantuan. 

Oleh karena itu diperlukan upaya lain agar dunia internasional peduli dengan kondisi yang sangat memprihatinkan ini. 

Wanda menilai penjajahan di Palestina begitu kuat karena ditopang dan didukung perusahaan multinasional yang menawarkan beragam produk kepada masyarakat dunia. 

Karena itu, menurut Wanda, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu rakyat Palestina adalah dengan melemahkan dukungan ekonomi kepada para penjajah yang selama ini ditopang perusahaan-perusahaan multinasional tersebut. Upaya mudah yang dapat dilakukan adalah dengan memboikot penggunaan produk-produk yang ditawarkan perusahaan-perusahaan pendukung negara zionisme tersebut. 

Wanda melihat di Indonesia sangat banyak perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan pemerintahan penjajahan di Palestina. Karena itu perlu sikap tegas dari Pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memotong jalur dukungan perusahaan-perusahaan itu kepada pemerintah penjajahan di Palestina. 

Selain mengikuti paparan dari narasumber, peserta simposium Palestina juga melakukan aksi penggalangan dana kemanusiaan. Dana yang terkumpul disalurkan melalui Baitul Maal Muamalat melalui program yang tersedia. Menurut Direktur Eksekutif Baitul Maal Muamalat Tegar Sangga Barkah, Baitul Maal Muamalat selama ini aktif melakukan penggalangan dana kemanusiaan yang selanjutnya disalurkan untuk membantu masyarakat Palestina.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

UPDATE

Perlindungan Orang Utan Kalimantan dari Karhutla Terus Diperkuat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:43

Benarkah Hari Kliwon Lebih Rawan Kecelakaan?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 03:17

Lindungi Kehidupan Nelayan, KKP Segel Tambak Udang Tak Berizin di Karimunjawa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:46

Pasis Dikreg Seskoad Peroleh Doktrin Kepemimpinan dari Wapang TNI

Rabu, 14 Oktober 2026 | 02:20

Dampak MBG Bikin Konsumsi Protein Anak Naik hingga Hampir 80 Persen

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:57

Ekonomi Biru Dijaga, Nelayan Disejahterakan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:40

Peradi Profesional Dukung Langkah Presiden Bersih-bersih Mafia Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 01:16

DPR Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik di Batam-Bintan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:59

Staf Ahli Kapolri Pastikan Penanganan Maksimal Kabut Asap di Kalteng

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:43

Kepala BRAN dan Menteri PKP Bidik Percepatan Lahan untuk Rumah Rakyat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 00:20

Selengkapnya