Berita

Menteri PPPA, Arifah Fauzi. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Menteri PPPA Soroti Perempuan Terjerat Korupsi

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 16:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Terjeratnya sejumlah perempuan dalam kasus tindak pidana korupsi harus menjadi pengingat bahwa integritas bukan otomatis melekat pada kelompok tertentu.

Begitu disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi dalam acara Seminar Antikorupsi "Integritas Perempuan Sebagai Penyelenggara Negara dalam Melawan Korupsi" dalam rangkaian Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang diselenggarakan di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Senin 8 Desember 2025.

Arifah mengatakan, acara Hakordia mengingatkan bahwa korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi persoalan nilai tentang amanah, nilai tentang integritas dan nilai tentang keberpihakan pada rakyat.


Sementara itu, peringatan Hari Ibu juga mengingatkan pada sejarah panjang perempuan Indonesia yang telah berjuang mengubah realitas sosial, memperjuangkan pendidikan, martabat dan kemerdekaan berpikir.

"Ketika kedua momentum ini bertemu, pesan yang muncul sangatlah kuat bahwa perempuan bukan hanya madrasah atau sekolah pertama bagi generasi bangsa tetapi juga penjaga nilai-nilai moral publik termasuk integritas," kata Arifah dalam sambutannya.

Arifah menerangkan, setiap penyalahgunaan wewenang, sesungguhnya merenggut kesempatan-kesempatan belajar bagi anak, kesempatan yang layak bagi ibu atau perempuan, dan merenggut kesempatan berkembang bagi masyarakat.

"Karena itu, Harkodia mengajak kita untuk melihat korupsi bukan sebagai statistik tetapi sebagai luka kolektif. Dan di tengah upaya penyembuhan luka itu, perempuan memiliki peran yang tidak tergantikan," kata Arifah.

Karena, kata Arifah, seorang perempuan memimpin dengan hati, sensitivitas moral, dan dengan keberanian untuk menolak normalisasi praktek yang tidak semestinya.

"Namun, refleksi juga perlu kita lakukan. Data KPK menunjukkan bahwa sejumlah perempuan pun terjerat kasus korupsi. Ini menjadi pengingat bahwa integritas bukan otomatis melekat pada kelompok tertentu," tegas Arifah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya