Berita

Aktivitas Bandara Indonesia Morowali Industrial Park. (Foto: Dok. IMIP)

Politik

Muslim Arbi: Bandara IMIP itu Negara Dalam Negara, Makar!

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 09:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Keberadaan Bandara Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Sulawesi Tengah terus menjadi sorotan. 

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, melontarkan kritik keras terhadap keberadaan bandara ini dan menilai operasional bandara tersebut mencerminkan lemahnya otoritas negara, bahkan menyebutnya sebagai bentuk tindakan makar.

“Keberadaan Bandara IMIP Morowali itu merupakan tindakan liar karena tidak ada otoritas negara yang jelas. Lebih aneh lagi ketika Menhub sempat menetapkannya sebagai bandara internasional, lalu mencabutnya kembali,” ujar Muslim Arbi kepada RMOL, Senin, 8 Desember 2025.


Muslim mengatakan bahwa pernyataan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menyebut Bandara IMIP sebagai bandara ilegal adalah tepat.

"Bandara IMIP itu negara dalam negara. Segera saja tutup, dan semua pihak yang terlibat, Jokowi, Luhut, Menhub wajib diperiksa, termasuk perusahaan yang membangunnya," tegas Muslim.

Lebih jauh, ia menilai Presiden ke-7 Joko Widodo, Luhut Binsar Pandjaitan, beserta pihak lain yang dianggap terkait, harus bertanggung jawab atas terjadinya situasi yang ia sebut sebagai pembiaran terhadap hadirnya “negara dalam negara”.

“Indonesia bukan bagian dari China. Perjanjian dagang dalam bentuk apa pun jangan sampai membuat negeri ini tunduk pada kepentingan China dan mengorbankan kedaulatan nasional,” katanya.

Ia juga menyerukan seluruh institusi negara—presiden, TNI, Polri, DPR, BIN, dan lainnya—untuk tidak membiarkan potensi ancaman terhadap kedaulatan bangsa.

“Jangan sampai perlahan negeri ini mengalami Chinaisasi,” tutup Muslim.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya