Berita

Peta Gunung Slamet. (Foto: Google Maps)

Nusantara

Rencana Makam Pejabat Nakal dan OTW Banjir Hiasi Google Maps Gunung Slamet

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 02:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ekosistem hutan di kawasan Gunung Slamet yang berada Provinsi Jawa Tengah mengalami kerentanan diduga adanya aktivitas tambang pasir.

Hal itu menjadi viral dalam video beredar memperlihatkan google maps Gunung Slamet yang terdapat adanya kawasan hutan gundul. Dikutip redaksi pada Senin, 8 Desember 2025 pukul 02.55 WIB, warganet memberi nama pada titik-titik di sekitar hutan yang gundul itu dengan istilah sarkasme.

Misalnya seperti ‘Rencana Makam Pejabat Nakal’, OTW Banjirrr’ dan sebagainya. Besar dugaannya, kritik keras warganet itu didasarkan pada kejadian di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang dilanda bencana akibat kerusakan ekosistem hutan.  


Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebelumnya telah menegaskan kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas tambang di Gunung Slamet.

Peringatan ini ia lontarkan di depan warga Jawa Tengah perantauan saat 'Ngobrol Seru Bareng Gubernur Jawa Tengah' di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu, 6 Desember 2025.

Luthfi manyatakan, kawasan Gunung Slamet telah berproses untuk menjadi taman nasional, sehingga tidak boleh ada aktivitas penambangan di kawasan tersebut.

Penegasan ini bermula dari pertanyaan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) asal Pemalang, Dikri Mulia mengenai penambangan pasir di kawasan Gunung Slamet.

Dikri menyampaikan keprihatinan dengan kondisi tersebut jika memang itu terjadi, apalagi akhir-akhir beberapa daerah seperti di Sumatera telah terjadi musibah banjir bandang yang merenggut ratusan orang meninggal.

“Sejauh mana Gubernur mengetahui mengenai hal ini, langkah apa yang sudah dilakukan oleh Gubernur, lalu langkah apa yang akan dilakukan agar bencana-bencana jangan sampai terjadi?” tanya Dikri.

“Gunung Slamet itu sudah (diproses) menjadi kawasan taman nasional. Maka tidak boleh ada penambangan,” tegas Luthfi menjawab pertanyaan mahasiswa.

Lebih lanjut, Luthfi mengatakan, yang disampaikan mahasiswa bernama Dikri Mulia tersebut merupakan masukan yang sangat berharga untuk melakukan tindakan pencegahan bencana.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya