Berita

Sesi foto bersama pembicara seminar “Diagnostics at the Core: Strengthening Foundations for Sustainable Population Health”.

Kesehatan

Sysmex Tancap Gas Perkuat Diagnostik, Bidik Ketahanan Kesehatan Nasional

MINGGU, 07 DESEMBER 2025 | 22:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Beban penyakit di Indonesia kian berat. Menurut data WHO, penyakit tidak menular kini menyumbang sekitar 73 persen kematian nasional.

Di saat yang sama, penyakit menular seperti TBC dan sepsis juga belum turun signifikan. Situasi ini menempatkan deteksi dini dan diagnosis akurat sebagai kunci utama penyelamatan kesehatan publik.
Menangkap tantangan itu, PT Sysmex Indonesia kembali menggelar 10th Sysmex Scientific Seminar, forum ilmiah dua tahunan yang mempertemukan dokter patologi klinik, dokter spesialis, akademisi, hingga pemangku kebijakan kesehatan nasional.

Mengusung tema “Diagnostics at the Core: Strengthening Foundations for Sustainable Population Health,” seminar ini menegaskan bahwa laboratorium bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi sistem kesehatan nasional. Sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan 2025–2029 Kementerian Kesehatan, yang menekankan promotif, preventif, dan deteksi dini.

Mengusung tema “Diagnostics at the Core: Strengthening Foundations for Sustainable Population Health,” seminar ini menegaskan bahwa laboratorium bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi sistem kesehatan nasional. Sejalan dengan agenda Transformasi Kesehatan 2025–2029 Kementerian Kesehatan, yang menekankan promotif, preventif, dan deteksi dini.

Lewat sesi ilmiah lintas bidang mulai dari hematologi, urinalisis hingga hemostasis, seminar ini membedah inovasi terbaru diagnostik. Dari parameter lanjutan sepsis, evaluasi anemia dan thalassemia, sampai analisis koagulasi untuk deteksi gangguan trombosis. 

Sejumlah tokoh penting hadir. Salah satunya Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes RI, dr. Maria Endang Sumiwi, MPH, yang menyoroti arah penguatan layanan primer serta pentingnya diagnostik dalam program skrining nasional.

Presiden Direktur PT Sysmex Indonesia, Emilani Nababan, menegaskan komitmen perusahaan di garis depan diagnostik nasional.

“Selama dua dekade Sysmex Indonesia menghadirkan inovasi yang bukan hanya mutakhir, tapi relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional. Diagnostik harus jadi garda terdepan pencegahan penyakit,” tegas Emilani.

Dari level regional, Presiden dan CEO Sysmex Asia Pacific, Frank J. Buescher, menyoroti pentingnya ekosistem data dalam dunia kesehatan modern.

“Diagnostik kini bukan sekadar hasil lab, tapi bagian dari sistem data untuk pengambilan keputusan klinis dan kebijakan. Teknologi terintegrasi dan machine learning akan memperkuat sistem kesehatan negara-negara seperti Indonesia,” ujarnya.

Tak kalah penting, seminar ini juga menekankan digitalisasi laboratorium dan data-driven diagnostics, agar hasil pemeriksaan antar fasilitas lebih seragam dan keputusan medis makin presisi.

Medical Scientific & Public Affairs Manager Sysmex Indonesia, Sully Kosasih, mempertegas posisi diagnostik sebagai tulang punggung kesehatan publik.

“Pemeriksaan diagnostik adalah pilar kesehatan populasi. Deteksi dini yang tepat mampu menekan penyakit kronis, mempercepat pengobatan, dan memperkuat sistem kesehatan nasional,” tandasnya.

Sysmex Indonesia menegaskan, ketahanan kesehatan bangsa tak bisa dibangun sendirian. Kolaborasi tenaga medis, pemerintah, dan industri diagnostik harus terus diperkuat. Melalui forum ini, sains dan kepentingan publik dipertemukan demi satu tujuan: Indonesia yang lebih sehat dan tangguh.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya