Berita

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Terima Laporan BNPB: Pemulihan Pascabencana Butuh Rp51,82 Triliun

MINGGU, 07 DESEMBER 2025 | 21:26 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kebutuhan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai total Rp51,82 triliun.

Laporan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu malam, 7 Desember 2025. 

Suharyanto memaparkan bahwa pendataan kerusakan di Aceh masih berlangsung dan terus diperbarui. 


Hingga hari ini, tercatat 37.546 rumah warga rusak. Selain permukiman, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur vital seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah, pondok pesantren, rumah sakit, dan puskesmas. 

Kerugian sektor pertanian, peternakan, sawah, kebun, tambak, dan perkantoran juga tercatat signifikan. Berdasarkan perhitungan sementara Kementerian PUPR, pemulihan Aceh membutuhkan anggaran Rp25,41 triliun. 

“Untuk Aceh saja, pemulihan sampai kondisi seperti semula membutuhkan anggaran Rp25,41 triliun,” jelasnya.

Di Sumatera Utara, proses pendataan pun masih berjalan. BNPB bersama Kementerian PUPR memperkirakan kebutuhan dana rekonstruksi mencapai Rp12,88 triliun. 

“Wilayah Sumatera Utara datanya seperti itu Bapak Presiden. Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian PU, untuk mengembalikan kondisi semula ini rehabilitasi rekonstruksi membutuhkan anggaran sekitar Rp12,88 triliun," kata Suharyanto.

Sementara itu, kondisi di Sumatera Barat dilaporkan mulai membaik, meski beberapa wilayah masih terisolasi, terutama di Kabupaten Agam. Perhitungan awal menunjukkan kebutuhan pemulihan mencapai Rp13,52 triliun. 

“Dua kabupaten yang ini masih penanganan khusus yaitu Agam ini ada beberapa kecamatan ada lima negari yang masih terisolasi. Untuk memulihkan sebelum terjadi bencana atau menjadi lebih baik. Ini membutuhkan anggaran Rp13,52 triliun,” jelasnya.

Suharyanto menegaskan bahwa angka total kebutuhan dari tiga provinsi hasil penjumlahan perhitungan Kementerian PUPR mencapai Rp51,82 triliun.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Polri Didorong Selidiki PKS yang Membeli TBS di Bawah Harga Resmi

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:23

Kapolri Ngaku Belum Baca Rinci UU Polri yang Baru Disahkan

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:17

Pemerintah Ungkap Alasan Kenaikan Batas Usia Pensiun Anggota Polri

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:14

Rel Pertama, Palang Terakhir

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:09

KPK Temukan Indikasi TPPU dalam Kasus Silmy Karim

Selasa, 09 Juni 2026 | 12:02

Paripurna DPR Sahkan RUU Polri jadi UU

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:41

Dewan Kesejahteraan Buruh Batal Dibentuk, Ini Penjelasan Mensesneg

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:37

Ada Tiga Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24

Pertanyakan Laporan Keuangan Danantara, FPHI Bersurat ke Presiden Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 11:17

Emas Antam Merosot Rp10.000, Turun ke Level Rp2,73 Juta per Gram

Selasa, 09 Juni 2026 | 10:58

Selengkapnya