Berita

Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato di acara puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025. (Foto: tangkapan layar Youtube)

Politik

Prabowo Bantah Julukan Rambo Podium

SABTU, 06 DESEMBER 2025 | 01:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto membantah soal cap “Rambo Podium” yang kerap disematkan kepadanya lantaran dianggap garang saat pidato tapi loyo dalam praktik.

Bantahan disampaikan Prabowo saat berpidato di acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat malam, 5 Desember 2025.

“Kalau saya bicara, sering saya diejek ‘ah Prabowo itu Rambo di podium’. Hanya berani di podium. Tapi begitu nanti Jaksa Agung atau KPK bertindak, dibilang Prabowo bertindak semena-mena. Tidak!” ujar Prabowo dengan nada tegas.


Kepala Negara menegaskan, penegakan hukum di eranya tidak pilih kasih. Semuanya berjalan sesuai aturan main. Tidak ada tebang pilih. Tidak ada main hakim sendiri.

“Hukum harus ditegakkan lewat lembaga yang berwenang. Bukan atas dasar kemauan pribadi,” katanya.

Tak hanya itu, Prabowo juga menabuh genderang peringatan keras kepada para pelaku usaha dan elite ekonomi. Pesannya jelas: patuhi hukum, bayar pajak tepat waktu, dan tunaikan semua kewajiban kepada negara.

“Kawan-kawan yang berkecimpung di ekonomi, patuhilah hukum, bayarlah pajakmu, patuhi semua ketentuan. Rakyat kita sudah tidak mau dipermainkan lagi. Mereka pintar-pintar, mereka mengerti,” sentilnya.

Presiden juga memberi “jalan tobat” bagi mereka yang terlanjur melanggar. Tapi dengan syarat, utang kepada negara harus dibereskan.

“Kalau kau tobat, yang kau hutang kepada negara ya kau bayar,” tegas Prabowo.

Lebih jauh, Prabowo mengingatkan bahwa pembangunan nasional dari jembatan, rumah rakyat, hingga sekolah, tidak bisa dibiayai dengan omong kosong. Ia menyindir pihak-pihak yang doyan ribut, tapi minim kontribusi.

“Rakyat kita susah. Rakyat kita perlu rumah, perlu sekolah yang baik. Nggak bisa bangun sekolah hanya dengan omon-omon,” sindirnya tajam.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya