Berita

Menko Pemberdayaan Masyarakat yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. (Foto: RMOL)

Politik

Lewat Pantun Cak Imin Serukan Perbaiki Alam Bukan Cari Keributan

JUMAT, 05 DESEMBER 2025 | 15:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, kembali buka suara terkait polemik yang muncul setelah dirinya menyerukan agar para pejabat pemerintah melakukan introspeksi mendalam atau taubat nasuha menyusul bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera.

Pernyataannya itu memicu reaksi dari sejumlah pihak yang merasa tersinggung atau menilai ucapannya berlebihan. 
Namun Cak Imin menegaskan bahwa ajakannya bukan untuk menyalahkan siapa pun, melainkan untuk mengedepankan sikap rendah hati dalam menghadapi krisis ekologis.
Dengan gaya khasnya, ia menyampaikan respons santai lewat pantun di akun X miliknya.


“Jalan-jalan ke kampung radiodalam, (cakep..!) Jangan lupa beli rambutan (cakep..! ) Kita ini mau memperbaiki alam, bukan mencari keributan (cakep..! )," tulis Cak Imin dikutip redaksi Jumat, 5 Desember 2025.

Menurut Cak Imin, seruan taubat nasuha adalah ajakan moral agar semua pejabat, termasuk dirinya, melakukan koreksi diri dan memastikan setiap kebijakan tidak memperburuk kerusakan lingkungan.

Pernyataan tersebut sebelumnya menuai kritik dari Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia yang meminta Cak Imin tidak membuat situasi menjadi tambah keruh di tengah bencana Sumatera. Doli mengatakan Cak Imin tidak perlu bersikap seolah merasa paling benar dan hebat di antara menteri-menteri yang lain. 

Dia pun mengatakan ucapan Cak Imin yang meminta menteri-menteri lain melakukan taubat nasuhah telah melampaui kewenangannya sebagai menteri. Sebab, menurut Doli, yang berhak memberikan peringatan kepada menteri adalah presiden.

Di sisi lain, sejumlah pegiat lingkungan justru melihat pernyataan Cak Imin secara positif. Menurut mereka, konteks ucapan tersebut seharusnya dipahami sebagai ajakan untuk memperbaiki tata kelola lingkungan yang selama ini lemah, bukan sebagai tudingan personal.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

IPW Dinilai Tidak Netral soal Evaluasi Pelaku Tambang Nikel

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:47

Megawati Kirim Bunga Buat HUT Gerindra sebagai Tanda Persahabatan

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:33

Tiga Petinggi PN Depok dan Dua Pimpinan PT Karabha Digdaya Resmi jadi Tersangka

Jumat, 06 Februari 2026 | 23:13

Reaksi Menkeu Purbaya Ada Anak Buah Punya Safe House Barang Korupsi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:37

Gerindra Sebar Bibit Pohon Simbol Keberlanjutan Perjuangan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:25

Gus Yusuf Kembali ke Dunia Pesantren Usai Mundur dari PKB

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:15

Bahlil Siap Direshuffle Prabowo Asal Ada Syaratnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:12

Dasco Jaga Kenegarawanan Prabowo dari Ambisi Jokowi

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:05

PDIP Tak Masalah PAN dan PKB Dukung Prabowo Dua Periode

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:53

KPK Dikabarkan Sudah Tetapkan 5 Tersangka OTT Depok

Jumat, 06 Februari 2026 | 21:29

Selengkapnya