Berita

Banjir di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. (Foto: Divhumas Polri)

Dunia

PBB Kerahkan Bantuan untuk Negara Asia Selatan dan Tenggara yang Dilanda Bencana Banjir

JUMAT, 05 DESEMBER 2025 | 07:30 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan dukungan kepada sejumlah negara di Asia Selatan dan Tenggara yang tengah menghadapi banjir dan tanah longsor parah. Bencana ini telah menewaskan lebih dari 1.500 orang dan berdampak pada hampir 11 juta penduduk.

Dalam pengarahan harian pada Kamis, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan bantuan terus disalurkan di berbagai negara. "Di Sri Lanka, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mitranya terus mendukung tanggapan dan penilaian yang dipimpin pemerintah," ujarnya, dikutip dari Xinhua, Jumat 5 Desember 2025.

Dujarric menjelaskan, PBB bersama mitra kemanusiaan telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, perlengkapan kebersihan, peralatan dapur, hingga tangki air. Penilaian kerusakan lebih mendalam juga sedang dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan awal.


Untuk Vietnam, PBB menambah dukungan lewat pendanaan khusus. "Koordinator Bantuan Darurat PBB Tom Fletcher mengalokasikan 2,6 juta Dolar AS dari Dana Tanggap Darurat Pusat PBB pada hari Rabu untuk meningkatkan bantuan di provinsi-provinsi yang paling terkena dampak," kata Dujarric. Dana itu digunakan untuk kebutuhan tempat berlindung, air bersih, sanitasi, kebersihan, serta ketahanan pangan.

Sementara itu di Indonesia, PBB ikut mendukung pemerintah menangani banjir besar di Aceh. Tanggapan pemerintah disebutnya terus berjalan meski menghadapi tantangan logistik dan akses di lapangan. "PBB bekerja sama dalam bidang logistik, kesehatan, air bersih, sanitasi, serta koordinasi dengan mitra lokal," kata Dujarric.

"Perserikatan Bangsa-Bangsa akan terus memantau situasi di kawasan itu dan tetap berhubungan erat dengan otoritas nasional," ujarnya.

Banjir besar kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Hujan lebat berkepanjangan dan siklon tropis menyebabkan genangan luas di Sri Lanka, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Malaysia, dengan curah hujan yang memecahkan rekor dan gelombang badai yang memperburuk keadaan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya