Berita

Bedah Buku ‘Busyet Dah Si Baba!’ di Swiss-Belinn Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2025. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Busyet Dah Si Baba!, Betawi Simbol Keberagaman yang Nyata

RABU, 03 DESEMBER 2025 | 14:43 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta menyelenggarakan launching dan bedah buku berjudul “Busyet Dah Si Baba! Jangan Dikira Anak Betawi Kagak Ikut Bangun Jakarta-Kontroversi Jalan Tengah Politik Aswaja PKB Jakarta".

Acara digelar di Swiss-Belinn Hotel Kemayoran, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025, menjelang pra-Musyawarah Wilayah (Pramuswil) PKB DKI Jakarta. 

Buku menggambarkan potret perjalanan politik Ahlusunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang menjadi ideologi politik PKB DKI Jakarta dengan peran dan sepak terjang aktor utamanya Hasbiallah Ilyas yang juga ketua DPW PKB DKI.


Bedah buku menghadirkan tiga narasumber: inisiator dan penulis buku sekaligus Sekretaris DPW PKB DKI Mohammad Fauzi, Pemimpin Redaksi RMOL Ade Mulyana, danDirektur Eksekutif Kajian Politik Nasional Adib Miftahul. Acara dipandu penulis buku Ahmad Kholil. 

Dalam sambutannya, Hasbiallah Ilyas menegaskan bahwa Jakarta tidak bisa dilepaskan dari identitas Betawi sebagai tuan rumah sekaligus penjaga persatuan. Menurutnya, Jakarta adalah barometer Indonesia karena keberagaman yang hidup di dalamnya.

“Jakarta adalah miniatur Indonesia. Persatuan itu betul adanya, dan itu lahir dari Betawi,” kata Hasbiallah membuka acara.

Ia menambahkan bahwa masyarakat Betawi membawa nilai Islam tengah yang ramah, terbuka, dan menjadi perekat sosial.

“Simbolnya Islam Ahlussunnah wal Jama'ah. Betawi adalah simbol keberagaman yang nyata,” ujarnya. 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya