Berita

Kampung Berseri Astra Enggros di Jayapura, Papua. (Foto: Astra)

Nusantara

Kampung Berseri Astra Enggros Berdayakan Kampung Adat Papua

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 05:38 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kampung Berseri Astra Enggros berada di zona pesisir yang menerima limpasan air dari empat sungai besar di Jayapura, Papua. Akumulasi sampah dari aliran sungai tersebut menyebabkan degradasi mangrove dan penurunan produktivitas penangkapan ikan hingga lebih dari 40 persen, sehingga mengganggu ketahanan pangan masyarakat adat yang bergantung pada sumber daya pesisir.

Sejak 2017, Astra melalui program Kampung Berseri Astra hadir mendampingi masyarakat memperkuat Enggros melalui empat pilar kontribusi sosial yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan. Pendampingan ini diarahkan untuk membantu warga memperkuat fondasi keluarga yang lebih sehat, memulihkan ekosistem kampung, memperbaiki akses pendidikan anak-anak, serta memberdayakan ekonomi yang berbasis potensi lokal.

“Program Kampung Berseri Astra bertujuan untuk memperkuat kekuatan komunitas yang tumbuh dari desa-desa Indonesia. Setiap kampung memiliki potensi, ketahanan, dan nilai-nilai yang apabila didukung dengan tepat dapat menjadi pendorong kemajuan," kata Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan tertulis, dikutip Senin 1 Desember 2025.


Transformasi Kampung Berseri Astra Enggros
Bersama dengan Kampung Berseri Astra sejak tahun 2017, perubahan nyata mulai terlihat di Enggros. Penguatan yang diberikan tidak hanya berupa bantuan fisik, tetapi juga membangun kapasitas warga untuk memimpin perubahan di kampungnya sendiri.
 
Salah satu simbol perubahan itu adalah Petronela Merauje, Tokoh Penggerak Kampung Berseri Astra Enggros. Gerakan kecil Petronela kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan memberi dampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di Kampung Berseri Astra Enggros.
 
Pilar Lingkungan: Memulihkan Hutan Mangrove, Menjaga Teluk Youtefa
Masyarakat memusatkan upaya pada pemulihan Hutan Perempuan hutan mangrove adat seluas lebih dari 20 hektare yang mulai rusak akibat penumpukan sampah dan penebangan. Kini, warga telah menyemai lebih dari 8.000 bibit mangrove yang dirawat selama 5 hingga 7 bulan sebelum ditanam kembali. 

Kegiatan rutin bersih pantai telah menurunkan volume sampah yang menumpuk di area pesisir hingga sekitar 30% dan berdampak langsung pada ketersediaan kerang dan kepiting, yang kembali meningkat dan menjadi sumber pangan serta pendapatan harian bagi keluarga.
 
Pilar Pendidikan: Akses Belajar yang Lebih Layak untuk Anak Enggros
Sebelumnya, fasilitas belajar untuk PAUD dan SD di Enggros sangat terbatas. Lebih dari 70 anak PAUD dan SD tidak memiliki akses terhadap buku, perlengkapan belajar layak, maupun kegiatan literasi rutin. 

Melalui dukungan Kampung Berseri Astra, fasilitas pendidikan, perlengkapan belajar, buku bacaan, dan kegiatan literasi terstruktur kini hadir dan membantu peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk renovasi PAUD.
 
Pilar Kewirausahaan: Pemberdayaan Ekonomi
Perempuan di Kampung Berseri Astra Enggros mulai mengembangkan usaha berbasis olahan mangrove dan kerajinan daur ulang. Sebelum pendampingan, sebagian besar usaha warga hanya memberikan pemasukan harian yang sangat kecil. 

Dukungan alat produksi dan pelatihan membuat usaha kecil ini tumbuh lebih stabil, dengan rata-rata produksi harian kerajinan dan olahan mangrove meningkat dua hingga tiga kali lipat dibandingkan sebelumnya. 

Pendapatan pelaku UMKM juga tercatat meningkat hingga 60 persen setelah pendampingan dilakukan. Salah satu keluarga bahkan berhasil mengembangkan usahanya menjadi depot air minum pertama di Enggros, yang kini melayani lebih dari 100 pelanggan dan menjadi sumber pendapatan utama keluarga.
 
Pilar Kesehatan: Fondasi Keluarga yang Lebih Sehat
Sebelum 2017, akses layanan kesehatan dasar sangat terbatas. Kini, program kesehatan di Kampung Berseri Astra Enggros sudah berjalan lebih teratur melalui pemberian makanan tambahan bagi balita dan lansia, pemantauan gizi yang dilakukan secara berkala oleh kader kesehatan, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat yang membantu mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan. 

Sebanyak 50 balita kini telah menerima layanan Posyandu sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan dasar di kampung.
 
Kampung Berseri Astra bukan sekadar menghadirkan program, namun memastikan masyarakat menjadi aktor utama dalam perubahan. Enggros, yang dulu terancam oleh sampah dan degradasi mangrove, kini bergerak menuju pemulihan ekologis, penguatan kesehatan keluarga, serta pendidikan anak yang lebih baik.
 
Semangat Astra untuk mendukung pembangunan bangsa melalui program Kampung Berseri Astra yang tersebar di seluruh pelosok negeri sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya