Berita

Mantan Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi Tak Bisa Sembunyi dari Bau Kejahatan

SENIN, 01 DESEMBER 2025 | 01:51 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi tak henti-hentinya diburu oleh rakyat karena dosa dan kezalimannya yang satu per satu terkuak setelah lengser.

"Ke mana pun Jokowi lari dan bersembunyi, bau anyir kejahatannya tetap tercium," kata peneliti media dan politik Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Senin 1 Desember 2025.

Buni Yani menduga, hal inilah yang menyebabkan Jokowi tak pernah sembuh sejak dia mengaku “hanya” mendapatkan penyakit kulit sekembali dari Vatikan berbulan-bulan yang lalu. 


"Ini jelas bukan penyakit kulit biasa. Ahli medis percaya ini ada kaitannya denga isi pikiran yang tidak tenang yang kemudian berpengaruh ke fisiknya," kata Buni Yani.

Kesalahan Jokowi yang terkuak terakhir kali adalah ditemukannya bandara khusus PT IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah -- bandara yang 100 persen luput dari pengawasan otoritas Indonesia. 

Bandara yang tidak memiliki bea cukai dan petugas Indonesia, yang menyebabkan PT IMIP disebut sebagai negara dalam negara -- republik terpisah yang bukan bagian dari NKRI.

IMIP adalah kawasan industri terintegrasi yang mengolah bijih nikel menjadi produk bernilai tambah seperti stainless steel dan bahan baku baterei. Kawasan ini dikelola melalui kerja sama antara perusahaan Indonesia, BintangDelapan Group, dengan raksasa baja Cina bernama Tsingshan Group.

IMIP berkembang pesat sejalan dengan kebijakan hilirisasi nikel yang menjadi program unggulan Jokowi. Kegaduhan timbul setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti keberadaan bandara khusus di dalam kawasan IMIP yang diduga beroperasi tanpa institusi negara dan unsur keamanan yang memadai, seperti kantor bea cukai atau imigrasi permanen. Hal ini memicu kekhawatiran publik akan potensi kerawanan kedaulatan dan keamanan nasional.

"Wajar rakyat murka mendapatkan fakta tragis ini. Bagaimana mungkin sebuah negara berdaulat tidak memiliki kedaulatan di dalam wilayahnya sendiri? Pasti ada yang tidak beres mengapa ini bisa terjadi," pungkas Buni Yani.  

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Prabowo Instruksikan Harga Minyak Nonsubsidi Turun Ikuti Harga ICP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:57

Gerakan Koperasi Kerakyatan Soemitro Didorong Jadi Syarat Seleksi Manajerial KDMP

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:46

Merawat Konstitusi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:42

DKI-Bali Perkuat Kerja Sama, Obligasi Daerah Jadi Bahasan Utama

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:34

Tak Benar soal Surpres Pergantian Kapolri

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:31

Gagah saat Malak, Mendadak Ingat Anak-Istri Waktu Mau Dipecat

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:25

Harus Ada Langkah Konkret Atasi Kerugian Peternak Ayam Akibat Pemadaman Listrik

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:23

Prabowo Lepas Kepulangan PM Tailan dari Lanud Halim

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:20

Jalur Wisata Bromo Ditutup Total Gegara Kebakaran Hutan di TNBTS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:11

IHSG Terbang 1,37 Persen ke 6.319

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:44

Selengkapnya