Berita

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto: Sky News)

Dunia

Trump Ultimatum Maduro: Mundur atau Hadapi Serangan Militer AS

MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 16:35 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan antara Washington dan Caracas kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Presiden Venezuela Nicolás Maduro. 

Dalam laporan The Wall Street Journal pada Minggu, 30 November 2025, Trump memperingatkan bahwa Maduro harus mundur secara sukarela atau bersiap menghadapi intervensi militer Amerika Serikat.

Ultimatum tersebut disampaikan Trump melalui sambungan hotline pada 22 November. 


Trump disebut mengatakan Maduro dapat memilih jalan mudah atau jalan sulit, menawarkan safe passage ke negara sahabat atau menghadapi tindakan langsung dari Washington.

Peringatan itu disusul deklarasi publik yang mengejutkan, ketika Trump menyatakan bahwa wilayah udara Venezuela harus dianggap ditutup sepenuhnya.

Meski tidak memiliki kewenangan legal untuk menutup wilayah udara negara lain, pesan Trump yang ditujukan kepada maskapai, pilot, serta pengedar narkoba dan pelaku perdagangan manusia langsung mengguncang dunia penerbangan. 

Sejumlah maskapai dilaporkan segera menangguhkan penerbangan ke Caracas. 

Pemerintah Venezuela merespons keras, menyebut pernyataan tersebut sebagai ancaman kolonialis dan bentuk agresi ilegal sekaligus tidak beralasan.

Sebelum pernyataan Trump, Federal Aviation Administration (FAA) telah lebih dulu memperingatkan operator penerbangan komersial mengenai potensi bahaya di wilayah udara Venezuela akibat aktivitas militer dan risiko keamanan. 

Namun komentar Trump memperburuk situasi.

Pemerintah AS mempresentasikan langkah itu sebagai bagian dari operasi yang lebih luas untuk memberantas jaringan narkotika yang disebut memiliki hubungan dengan pemerintahan Maduro. 

Dalam beberapa bulan terakhir, militer AS melakukan lebih dari 20 serangan terhadap kapal yang diklaim membawa narkoba, menewaskan lebih dari 80 orang. 

Namun, tidak ada bukti publik yang disampaikan bahwa kapal-kapal tersebut mengangkut narkotika, memunculkan pertanyaan mengenai legalitas serta tujuan sebenarnya. 

Caracas menegaskan operasi tersebut bertujuan menggulingkan Maduro, bukan memerangi kartel.

Pengiriman kapal induk USS Gerald R. Ford beserta armada pendukung ke wilayah Karibia menunjukkan kesiapan Washington untuk meningkatkan tekanan. 

Trump bahkan mengisyaratkan bahwa operasi darat di Venezuela bisa dimulai segera, memberi sinyal bahwa ancaman penggunaan kekuatan bukan lagi sekadar retorika.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

UPDATE

Bakamla Kirim KN. Singa Laut-402 untuk Misi Kemanusiaan ke Siau

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:40

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

Jumat, 09 Januari 2026 | 05:22

Gilgamesh dan Global Antropogenik

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:59

Alat Berat Tiba di Aceh

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:45

Program Jatim Agro Sukses Sejahterakan Petani dan Peternak

Jumat, 09 Januari 2026 | 04:22

Panglima TNI Terima Penganugerahan DSO dari Presiden Singapura

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:59

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Mengawal Titiek Soeharto

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:25

Intelektual Muda NU Pertanyakan Ke-NU-an Pelapor Pandji Pragiwaksono

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:59

Penampilan TNI di Pakistan Day Siap Perkuat Diplomasi Pertahanan

Jumat, 09 Januari 2026 | 02:42

Selengkapnya