Berita

Pengiriman paket MBG ke korban banjir. (Foto: BGN)

Nusantara

Dapur MBG Didorong Jadi Posko Darurat Bencana

MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 10:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta sejumlah wilayah di Jawa sedang dilanda bencana alam berupa banjir dan tanah longsor.

Menanggapi kondisi darurat ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko mengusulkan agar dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini beroperasi untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat dialihfungsikan sementara menjadi dapur darurat di wilayah terdampak bencana. 

“Dalam situasi darurat, pemenuhan nutrisi dan makanan siap santap bagi pengungsi adalah hal yang krusial. Dapur SPPG memiliki infrastruktur dan kapasitas yang dapat segera dialihkan menjadi posko logistik dan dapur umum darurat,” ujar Singgih lewat keterangan resminya, Minggu, 30 November 2025.
 

 
Menurutnya, beberapa dapur SPPG di daerah telah memiliki standar operasional, suplai bahan pangan, serta tenaga pengelola yang memungkinkan percepatan alih fungsi. 

Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan yang memungkinkan dapur tersebut langsung berada dalam koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat terjadi keadaan darurat. 

Singgih juga menekankan perlunya pelatihan kebencanaan bagi pengelola dapur SPPG, termasuk skema pendanaan yang memungkinkan peralihan fungsi tanpa hambatan administratif. 

Operasional dapur darurat, tegasnya, membutuhkan anggaran fleksibel yang dapat disalurkan melalui mekanisme anggaran kebencanaan pemerintah. 

“Program MBG dengan infrastruktur dapur yang terstandarisasi memiliki rantai pasok bahan pangan dan SDM yang terlatih. Pada masa normal dapur ini menyajikan makanan bergizi, dan pada masa bencana dapat menjadi jantung logistik makanan bagi para penyintas,” tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya