Berita

Tim SAR dibantu aparat kepolisian mengevakuasi warga terdampak banjir di Sumatera Utara, Rabu, 26 November 2025. (Foto: RMOLSumut)

Politik

DPR Minta Komdigi Segera Pulihkan Sinyal di Daerah Bencana

SABTU, 29 NOVEMBER 2025 | 23:33 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk segera melakukan pemulihan jaringan telekomunikasi di daerah yang terkena bencana banjir bandang, yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Kami mendorong Komdigi dan operator telekomunikasi untuk bergerak cepat memulihkan sinyal serta menghadirkan layanan komunikasi darurat,” kata Anggota Komisi I DPR Okta Kumala Dewi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 29 November 2025.

Menurut Okta, layanan komunikasi tersebut diperlukan agar proses evakuasi, pencarian korban, hingga distribusi bantuan tidak terhambat komunikasi.


“Akses komunikasi adalah kunci bagi keselamatan dan kecepatan penanganan di lapangan,” tegas Legislator PAN ini.

Lebih jauh, Okta turut prihatin atas musibah banjir dan longsor di Sumatera. Ia mendoakan para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

“Semoga para korban yang telah berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” demikian Okta.

Banjir bandang dan longsor menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera; Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat, mengakibatkan putusnya jalur darat utama dan menelan ratusan korban jiwa.

Per hari ini, Sabtu, 29 November 2025, tercatat sebanyak 303 orang meninggal dunia. 

Di Sumatera Utara (Sumut), tercatat 166 orang meninggal dunia. Sedangkan, untuk korban hilang di sejumlah kabupaten/kota di Sumut, tercatat ada 143 orang yang masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

Di Provinsi Aceh tercatat ada 47 orang meninggal dunia, 51 orang masih hilang, dan 8 orang mengalami luka-luka.

Di wilayah Sumbar (Sumbar), kembali data terbaru mencatat kini ada 90 korban meninggal dunia, 85 korban hilang, dan 10 korban luka-luka.

“Ini tambahan yang meninggal dunia baru dilaporkan hari ini. Ada di kabupaten Agam 74 meninggal dunia dan 78 hilang,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kepada wartawan, Sabtu, 29 November 2025.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya