Berita

Anies Baswedan, usai menunaikan Shalat Jumat di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan, Jumat (16/2). (Foto:RMOL)

Nusantara

Anies Serukan Tobat Ekologis di Tengah Rangkaian Bencana Alam

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 09:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyampaikan refleksi panjang terkait rangkaian bencana yang belakangan melanda Indonesia—dari badai, banjir bandang, longsor, erupsi gunung api, hingga satwa liar yang kehilangan habitatnya.

Menurut Anies, kejadian bertubi-tubi ini bukan sekadar peristiwa alam biasa, tetapi cermin besar bagi manusia yang kerap memperlakukan bumi tanpa etika.

“Di saat seperti inilah kita perlu kembali menguatkan semangat saling bantu, warga jaga warga,” tulis Anies lewat akun X miliknya, Jumat, 28 November 2025.


Ia menegaskan kerusakan yang kini tampak nyata di darat dan di laut merupakan konsekuensi dari ulah tangan manusia, merujuk pada firman Allah dalam QS 30:41. Karena itu, rangkaian bencana yang terjadi tidak bisa lagi dilihat hanya sebagai musibah alam.

“Badai, hujan lebat, gunung meletus, adalah peristiwa alam yang telah berlangsung jutaan tahun. Namun, kita memperparah dan mengubahnya menjadi bencana ketika kita memperlakukan alam tanpa etika. Tata ruang dilanggar, hutan ditebang habis, pesisir dicemari, habitat satwa dihancurkan,” tegasnya.

Anies juga mengingatkan kepada semua pihak untuk melakukan “tobat ekologis”. Menurutnya, bangsa ini harus berani mengakui adanya dosa kolektif terhadap bumi, yang lahir dari kebijakan yang lemah, abai terhadap analisis risiko, serta pengawasan yang longgar.

“Kita perlu mengakui bahwa kerusakan ini adalah hasil pilihan kolektif. Aturan dilanggar demi keuntungan jangka pendek yang hanya dinikmati sebagian orang,” ujarnya.

Lebih jauh, Anies menilai bahwa masyarakat kini terpaksa hidup berdampingan dengan bencana. Upaya pencegahan total sudah sulit dilakukan lantaran iklim berubah dan bentang alam telah banyak dilukai. Namun ia menegaskan masih ada ruang untuk mengurangi risiko, sekaligus memperbaiki kerusakan yang terjadi.

“Caranya, dengan tata kelola yang transparan, penegakan hukum yang tegas, gaya hidup yang lebih ramah bumi, keberanian berkata ‘tidak’ pada proyek yang merusak, serta mendidik dan membiasakan mitigasi bencana secara serius bagi seluruh masyarakat,” tulisnya.

Anies mengingatkan sebuah perspektif yang mungkin tidak populer bahwa bumi tidak membutuhkan manusia, tetapi manusialah yang membutuhkan bumi.

“Bumi akan terus berputar, dengan atau tanpa manusia. Yang terancam punah bukan planetnya, tapi keberlangsungan hidup kita sendiri. Maka kitalah yang butuh peduli pada bumi,” tegasnya.

Ia lalu menutup refleksinya dengan kembali mengangkat konsep tobat ekologis, sebuah seruan dari Paus Fransiskus yang menurutnya harus dijalankan sebagai upaya mengembalikan batas yakni batas serakah, batas abai, dan batas melanggar aturan.

“Demi bumi yang lebih layak dihuni untuk anak dan cucu kita semua,” pungkas Anies.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya