Berita

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua (Foto: DPRD DKI)

Nusantara

Program MBG Sangat Baik tapi Harus Dilaksanakan Selektif di Jakarta

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 09:17 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di DKI Jakarta disarankan dapat selektif diberikan untuk semua siswa,  mengutamakan yang paling membutuhkan. 

Hal ini diklaim bisa memberi keuntungan, mulai dari jaminan gizi terbaik, mengurangi risiko hal tidak diinginkan, hingga tercipta efektivitas anggaran.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua mengatakan, MBG berpeluang lebih efektif bila dilaksanakan selektif. Makanan MBG, misalnya, hanya diberikan kepada siswa yang benar-benar membutuhkan tambahan gizi. 


"Warga DKI Jakarta sudah tercukupi jaminan sosialnya. Mulai dari lahir hingga meninggal dunia,  bagi masyarakat yang kurang mampu," kata Inggard saat dihubungi wartawan, Jumat 27 November 2025.

Terkait kasus stunting, menurut Inggard, aparat kelurahan dan RT/RW menjadi pihak yang paling bertanggungjawab untuk mengatasinya. 

"Karena Pemprov DKI sudah menyiapkan anggaran kelurahan dan RT/RW," kata Inggard.

Di sisi lain, siswa tidak mampu di Jakarta telah diberikan KJP Plus (Kartu Jakarta Pintar Plus), yakni program bantuan pendidikan untuk siswa berusia 6-21 tahun. Bantuan ini dapat digunakan untuk biaya sekolah, membeli perlengkapan sekolah, transportasi, dan wisata edukatif. 

"Sedangkan untuk mahasiswa ada Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU)," kata Inggard.

Bukan cuma itu, lanjut Inggard, Pemprov DKI juga masih menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan. Program-program ini bertujuan untuk meringankan beban warga dari berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga anak-anak yang rentan.

Sejumlah jenis bansos yang masih aktif hingga saat ini di antaranya adalah Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), serta Kartu Anak Jakarta (KAJ).

Untuk sektor Kesehatan, lanjut Inggard, Pemprov DKI juga memberikan bantuan berupa  BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran).

"Semua gratis ditanggung APBD DKI," pungkas Inggard.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya