Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Menkeu: Salah Kelola di Dalam Negeri Jadi Biang Perlambatan Ekonomi

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 08:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perlambatan ekonomi Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2025 bukan semata-mata akibat gejolak global, tetapi juga masalah tata kelola di dalam negeri.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah telah melakukan sejumlah perbaikan fiskal yang sebelumnya tertinggal sehingga menahan laju pertumbuhan.

“Kalau kita lihat, perlambatan delapan bulan pertama tahun ini bukan karena faktor global saja. Bahkan mungkin bukan karena faktor global, melainkan salah urus di dalam negeri yang kini sudah kami benahi,” ujar Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Kamis 27 November 2025. 


Purbaya menjelaskan, perekonomian mulai menunjukkan pemulihan pada kuartal III 2025, dengan pertumbuhan 5,04 persen (yoy) berkat kuatnya permintaan domestik dan kinerja ekspor. Investasi juga menguat mengikuti akselerasi belanja pemerintah yang sebelumnya tertahan di awal tahun.

“Ekspor meningkat dan konsumsi pemerintah tumbuh 5,49 persen, sejalan dengan percepatan belanja di kuartal III yang akan berlanjut ke kuartal IV,” katanya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama PDB dengan pertumbuhan 4,89 perseb, sementara investasi (PMTB) tumbuh 5,04 persen. Menurutnya, daya beli masyarakat masih terjaga meski dorongan fiskal sempat terlambat masuk.

“Kami sudah melakukan perbaikan, dan saya pastikan belanja pemerintah di kuartal I tahun depan akan terus tumbuh. Keterlambatan belanja tidak boleh terulang agar stimulus fiskal bekerja lebih optimal,” tegasnya.

Purbaya mengakui belanja pemerintah sempat menjadi penghambat karena terjadi kontraksi pada kuartal I sebesar 1,37 persen) dan kuartal II 0,33 persen. Namun, pertumbuhan kuartal III yang kembali naik ke 5,5 persen menunjukkan bahwa upaya perbaikan mulai memberikan hasil.

Ia juga menyoroti kebijakan penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank Himbara untuk memperkuat likuiditas dan memulihkan kepercayaan publik saat ekonomi melemah. Menurutnya, langkah ini efektif membalikkan sentimen negatif yang sempat meningkat di pertengahan tahun.

“Kalau kita tidak memulihkan ekonomi, situasinya akan berbahaya. Rp200 triliun itu berhasil memicu optimisme, membuat ekonomi kembali bergerak. Survei Oktober menunjukkan kepercayaan publik meningkat, dan pada November mencapai indeks 118, level tertinggi dalam sejarah,” jelasnya.

Dengan tren pemulihan tersebut, Purbaya optimistis pertumbuhan kuartal IV 2025 dapat mencapai 5,6?"5,7 persen, dan secara keseluruhan tahun 2025 ekonomi diperkirakan tumbuh 5,2 persen.

“Jika pertumbuhan kuartal IV mencapai 5,6?"5,7 persen, maka momentum ekonomi akan benar-benar berbalik dari perlambatan menjadi percepatan. Ini yang ingin kami jaga dengan kebijakan yang konsisten dan belanja yang tepat waktu,” tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya