Berita

Ilustrasi (Foto: Artifcial Intelligence)

Bisnis

Beredar Kabar Puma Bakal Diakuisisi Perusahaan China

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan perlengkapan olahraga asal Jerman, Puma, dikabarkan menjadi incaran Anta Sports, salah satu produsen perlengkapan olahraga terbesar di China. 

Dikutip dari Japan Times, Jumat 28 November, sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan Anta sedang menjajaki kemungkinan mengajukan penawaran untuk mengambil alih Puma.

Anta, yang terdaftar di Bursa Hong Kong, disebut telah menunjuk seorang penasihat untuk menilai kelayakan tawaran tersebut. Jika langkah ini berlanjut, perusahaan kemungkinan akan menggandeng firma ekuitas swasta sebagai mitra.


Selain Anta, pesaing asal China lainnya, Li Ning, juga disebut tertarik. Li Ning bahkan dikabarkan telah berdiskusi dengan beberapa bank mengenai opsi pendanaan untuk mengevaluasi peluang terhadap Puma. Perusahaan Jepang Asics juga masuk radar sebagai pihak yang mungkin melirik Puma.

Pembicaraan ini masih berada pada tahap awal, sehingga belum jelas siapa yang akan mengajukan penawaran resmi. Namun, ekspektasi harga dari pemegang saham terbesar Puma, yaitu keluarga miliarder Prancis Pinault, bisa menjadi hambatan besar. Harga saham Puma yang merosot 62 persen di Frankfurt sepanjang tahun ini membuat nilai pasar perusahaan turun menjadi sekitar 2,5 miliar Euro (2,9 miliar Dolar AS).

Keluarga Pinault, melalui perusahaan induk Artemis, memegang 29 persen saham Puma. September lalu, Francois-Henri Pinault pernah mengatakan bahwa saham Puma “menarik tetapi tidak strategis,” menegaskan bahwa mereka masih membuka berbagai kemungkinan atas kepemilikan tersebut.

Puma kini tengah berupaya memulihkan kinerjanya. CEO barunya, Arthur Hoeld, telah memulai proses perombakan setelah beberapa tahun perusahaan kesulitan menarik minat konsumen. Juli lalu, Puma merekrut Andreas Hubert, mantan eksekutif Adidas, sebagai Chief Operating Officer untuk memperkuat transformasi internal.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya