Berita

Balaikota DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)

Politik

Gaduh Jual Beli Jabatan di Pemprov DKI

Pramono Diminta Bersihkan Ring 1 Jelang Pemilihan Sekda

KAMIS, 27 NOVEMBER 2025 | 18:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta tak cuma merusak marwah birokrasi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas sistem yang seharusnya berjalan berdasarkan meritokrasi.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Koalisi Jakarta Present Taufik Tope Rendusara melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 27 November 2025.

Taufik mengatakan, Pramono tidak cukup hanya memerintahkan investigasi teknis atau mengambil tindakan terhadap oknum ASN. Menurutnya, evaluasi juga harus diarahkan ke orang-orang yang berada di lingkar terdekat pimpinan alias ring 1 -- baik di sekitar Gubernur maupun Wakil Gubernur.


"Termasuk mereka yang bukan ASN tetapi memiliki akses luas dan pengaruh informal dalam proses pengambilan keputusan," kata Taufik.

Sebab, kata Taufik, tidak tertutup kemungkinan kegaduhan ini justru bersumber dari lingkar dalam yang bekerja di ruang abu-abu kekuasaan. Hal ini sering kali lebih sulit terdeteksi namun sangat menentukan arah birokrasi.

Tope melanjutkan, momentum ini menjadi semakin krusial karena Pemprov DKI Jakarta sebentar lagi akan melaksanakan pemilihan Sekda baru -- posisi strategis yang memegang kendali penuh terhadap mesin birokrasi daerah. 

"Kasus dugaan jual beli jabatan yang mencuat saat ini harus dibaca sebagai alarm keras bahwa ada kepentingan dan permainan yang mungkin ingin mempengaruhi proses pemilihan Sekda demi agenda tertentu," kata Taufik.

Jika ruang-ruang tidak sehat di sekitar pimpinan tidak ditutup, kata Taufik, maka pemilihan Sekda berpotensi dibajak oleh aktor-aktor yang ingin menempatkan figur yang bisa mengamankan kepentingan mereka, bukan kepentingan publik.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya