Berita

Kunjungan kerja Partai Amanah Negara Malaysia ke kantor DPP Partai Prima di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu kemarin, 26 November 2025. (Foto: Istimewa)

Politik

Sinergi Lintas Negara: Partai Prima dan Amanah Malaysia Bersatu Lawan 'Serakahnomics'

KAMIS, 27 NOVEMBER 2025 | 11:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) memperkuat program kerakyatannya melalui sinergi internasional dengan Partai Amanah Negara Malaysia. Kerja sama ini terjalin dalam kunjungan resmi delegasi Partai Amanah ke kantor DPP Partai Prima di Jakarta, pada Rabu 26 November 2025.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Partai Prima, Mayjen Purn. R. Gautama Wiranegara. 

Dalam kesempatan tersebut, Gautama menjelaskan posisi politik Prima yang saat ini berada dalam kabinet Presiden Prabowo dan berfokus pada perjuangan melawan ideologi yang ia sebut 'Serakahnomics'.


"Ini istilah yang dipopulerkan Presiden Prabowo, yang terdiri dari Imprealisme asing, oligarki dan birokrat korup," ujar Gautama dalam keterangan tertulisnya yang dikutip redaksi di Jakarta, Kamis, 27 November 2025.

Dia menjelaskan, Prima dibangun atas dasar mendukung program kerakyatan yang dipopulerkan Presiden Prabowo, sebagai tonggak pembangunan Bangsa Indonesia.

“Partai PRIMA ini merupakan partai baru yang dideklarasikan pada 1 Juni 2021, yang dipersiapkan untuk mengikuti Pemilu 2024 dengan mengusung beberapa program-program kerakyatan. Kami selalu menggaungkan slogan Partainya Rakyat Biasa,” ujar Gautama. 

Lebih lanjut ia juga menyebut Prima didirikan oleh beberapa organisasi massa dari berbagai lintas sektor, yakni Sektor Mahasiswa dari Liga mahasiswa Nasiona untuk Demokrasi (LMND), Sektor Buruh dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), sektor petani dan nelayan dari Serikat Tani Nelayan (STN). Juga sektor kebudayaan seperti JAKER (Jaringan Kebudayaan Rakyat), dan SRMI (Solidaritas Rakyat Mandiri Indoensia). 

"Beberapa organisasi massa ini berhimpun dan mendirikan alat politik alternatifnya sendiri," ungkapnya.  Ini karena menyadari bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan hajat hidup orang Indonesia itu diputuskan dalam sektor politik. 

"Sampai hari ini sistem ekonomi-politik Indonesia masih dalam kungkungan Serakahnomics, sistem ini yang menjadi musuh kita dan harus dihancurkan," demikian Gautama menambahkan.
 
Adapun perwakilan Partai Amanah Negara Malaysia yang hadir terdiri dari Ketua Partai Amanah Kedah, Asmirul Anuar Aris, Johar Abdullah dan Basir Haji Islmai.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya