Berita

Ilustrasi pergerakan pasar (RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Sektor Energi dan Teknologi Jadi Motor Lonjakan IHSG Sesi I

SENIN, 24 NOVEMBER 2025 | 13:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penguatan IHSG sebesar 0,84 persen di sesi I mencerminkan sentimen pasar yang cukup positif pada awal pekan. Ada beberapa faktor yang terlihat menjadi pendorong pergerakan indeks.

Menurut analisis pasar yang dihimpun redaksi, pendorong tersebut adalah; 

1. Kenaikan pada Sektor Energi dan Teknologi Mengangkat IHSG


Lonjakan sektor energi (1,64 persen) dan teknologi (1,88 persen) menjadi penopang utama laju IHSG. Penguatan ini biasanya berkaitan dengan kenaikan harga komoditas global dan optimisme terhadap emiten teknologi yang sensitif terhadap sentimen likuiditas pasar. Sektor cyclical juga naik signifikan (2,32 persen), menandakan minat investor kembali mengarah pada saham-saham berisiko.

2. Arus Beli yang Masuk Cukup Lebar

Jumlah saham yang menguat jauh lebih banyak dibandingkan yang melemah (351 vs 270), menunjukkan rotasi dana terjadi secara merata. Aktivitas transaksi besar pada BRMS, BREN, dan INET menandakan saham-saham berkapitalisasi menengah dan sektor berbasis sumber daya masih menjadi fokus pelaku pasar.

3. Dukungan Pasar Global yang Kondusif

Biasanya, penguatan indeks Asia pada awal pekan turut memberikan sentimen positif bagi IHSG. Optimisme terkait potensi pelonggaran kebijakan moneter global serta stabilnya nilai tukar rupiah sering menjadi pemicu arus modal asing, meski data sesi I hari ini belum menampilkan detail net foreign flow.

4. Minim Tekanan Jual dari Sektor Keuangan

Sektor keuangan yang naik tipis (0,18 persen) cukup membantu menjaga stabilitas IHSG. Sektor ini memiliki bobot besar dalam indeks, sehingga meski tidak melonjak, stabilitasnya menjadi fondasi bagi kenaikan indeks secara keseluruhan.

5. Prospek Sesi II: Peluang Melanjutkan Penguatan

Dengan struktur penguatan yang merata dan tidak bergantung pada satu sektor saja, IHSG memiliki peluang melanjutkan reli di sesi II. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati pergerakan bursa regional jelang penutupan, sentimen nilai tukar Rupiah, potensi profit taking, mengingat IHSG sempat menyentuh level atas di 8.487

Secara umum, prospek IHSG pada perdagangan hari ini masih berada pada fase bullish intraday selama mampu bertahan di atas area support 8.430–8.450.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya