Berita

Katib Aam PBNU Ahmad Said Asrori (kedua dari kiri) di Gedung PBNU, Jakarta, Minggu, 23 November 2025. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

PBNU Bantah Pemecatan Charles Holland Taylor oleh Rais Aam

SENIN, 24 NOVEMBER 2025 | 00:40 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Said Asrori menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terhadap penasihat khusus Ketum Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Charles Holland Taylor sebagaimana telah diberitakan 

“Tidak ada (pemecatan). Ini tadi para kiai sepakat, tidak ada pemecatan. Dan Rais Aam tidak pernah memecat orang, tidak pernah,” kata Said Asrori dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Minggu malam, 23 November 2025.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar sebelumnya diberitakan telah mencabut mandat Charles Holland Taylor dari posisi penasihat khusus Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk urusan internasional.


Pencabutan itu dilakukan lantaran Holland Taylor diduga memiliki keterkaitan dengan jejaring yang dianggap berpotensi mengganggu garis politik luar negeri PBNU.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 yang ditandatangani langsung KH Miftachul Akhyar pada 22 November 2025.

Ketua PBNU Umarsyah membenarkan langkah Rais Aam tersebut.

“Iya benar, surat dari Rais Aam itu mencabut mandat bagi Holland Taylor,” ujarnya.


Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya