Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok

Prabowo Ubah Menu MBG Jelang Nataru

KAMIS, 20 NOVEMBER 2025 | 20:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto meminta adanya penyesuaian bahan baku dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, seusai menghadiri rapat bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 20 November 2025. 

Menurut Nanik, Prabowo memberikan arahan agar penggunaan beberapa bahan pangan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada periode libur akhir tahun serta jelang Lebaran. 


Kepala Negara meminta pengurangan penggunaan telur agar stok tetap aman menjelang perayaan Nataru dan Lebaran. Sebagai gantinya, ia mengarahkan agar kebutuhan menu dipenuhi melalui daging sapi atau telur puyuh.

“Pak Presiden pesan: Wah, ya nanti kalau misalnya ini kan mau Nataru nih, mau Nataru, kemudian lebaran, ya kan. Nanti mungkin telur untuk anak-anak kita kurangi tapi diganti daging sapi, diganti telur puyuh," gitu,” ujar Nanik.

Nanik menjelaskan, rapat tersebut  turut dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta Kepala Badan Pangan Nasional Dadan Hindayana. Pembahasan berfokus pada upaya pemerintah mengantisipasi kenaikan harga karena tingginya kebutuhan bahan baku pada program MBG. 

“Program MBG ini kan banyak banget butuh bahan baku, ya. Kami tidak ingin nanti karena ada MBG, harga bahan makanan ini tinggi kemudian terjadi inflasi, masyarakat nanti yang kena, gitu. Jadi makanya, kami koordinasi,” tegasnya.

Salah satu kebutuhan besar datang dari produk susu yang mulai sulit diperoleh. Pemerintah, kata Nanik, sedang menyiapkan pembangunan peternakan sapi perah untuk memenuhi kebutuhan MBG dan masyarakat. 

“Akan diproduksi kira-kira 3 juta liter per hari dari sisi susu,” tuturnya. Selain itu, produksi susu kedelai juga akan ditingkatkan.

Untuk komoditas sayuran, pemerintah berencana membuka lahan-lahan baru. Nanik menyebut Nusron Wahid telah mendapat tugas untuk memperluas area tanam. Langkah ini dianggap penting agar pasokan bahan baku MBG terjaga sekaligus memperkuat kemandirian pangan.

Ia juga menyoroti kebutuhan besar kedelai untuk produk turunan seperti tahu dan tempe yang menjadi bagian dari menu MBG. 

“Satu dapur itu, 2 sampai 3 ratus kilogram per hari satu dapur, 3 kwintal, tahu atau tempe. Itu juga nanti kalau kita tidak nanam kedelai sendiri mungkin ya, ya akan kekurangan juga, gitu," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya