Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Minyak Naik saat Trump Cari Pengganti Kepala The Fed

RABU, 19 NOVEMBER 2025 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia ditutup lebih tinggi pada Selasa, 18 November 2025, setelah sesi perdagangan yang sempat bergejolak. 

Dikutip dari Reuters, Brent naik 69 sen menjadi 64,89 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 83 sen menjadi 60,74 Dolar AS per barel. 

Lonjakan sempat lebih dari 1 Dolar AS per barel setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya mulai mewawancarai kandidat pengganti Jerome Powell. Trump selama ini sering mengkritik Powell karena dianggap terlalu lambat memangkas suku bunga.


“Berita ini mendorong sentimen positif karena pasar bisa menebak seperti apa kandidat pilihan Trump,” kata John Kilduff dari Again Capital.

Dari sisi geopolitik, Departemen Keuangan AS menyebut sanksi bulan Oktober terhadap Rosneft dan Lukoil sudah menekan pendapatan minyak Rusia dan berpotensi mengurangi ekspor mereka ke depan. Analis MUFG, Soojin Kim, mengatakan pasar kini menimbang antara surplus minyak global dan gangguan pasokan akibat sanksi tersebut.

Gedung Putih juga membuka peluang Trump menandatangani undang-undang sanksi baru, asalkan ia tetap memegang kendali penuh atas pelaksanaannya. Trump bahkan menyebut Partai Republik tengah menyiapkan rancangan sanksi untuk negara mana pun yang masih berbisnis dengan Rusia, dan mungkin juga Iran.

Di dalam negeri AS, stok minyak dan bahan bakar dilaporkan meningkat. Menurut data API, persediaan minyak mentah naik 4,45 juta barel pada pekan yang berakhir 14 November, sementara stok bensin dan distilat juga bertambah.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya