Berita

(Foto: Dok. Bank Mandiri)

Bisnis

Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Bank Mandiri Bantu Petani Kebumen Hindari Gagal Panen

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 19:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional, Bank Mandiri mempertegas komitmennya terhadap pengembangan sektor produktif, khususnya di bidang pertanian padi. 

Melalui Program Kewirausahaan Petani, bank bersandi saham BMRI ini berupaya menghadirkan solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan kemandirian ekonomi nasional, pemerataan kesejahteraan, serta peningkatan produktivitas sektor strategis yang berdampak langsung pada rakyat.


Senior Vice President Government Project 3 Bank Mandiri, Yoga Sulistijono menyatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pembinaan Petani Kebumen 2025, hasil kolaborasi Bank Mandiri dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui PT Karya Utama Gama (KUGAMA). 

Program ini mencakup kegiatan pembinaan komprehensif pada seluruh tahapan usaha tani mulai dari pra tanam, tanam, hingga panen dengan pendekatan ilmiah dan berwawasan lingkungan.

Pembinaan yang berlangsung sejak Juli 2025 mencakup penggunaan bibit padi varietas unggul Gagamora 7, penerapan biochar, metode Alternate Wetting and Drying (AWD) untuk efisiensi air, serta pengendalian hama terpadu berbasis agensi hayati. 

Program pendampingan Bank Mandiri pada musim tanam ketiga terbukti mengubah pola hasil tani para petani yang sebelumnya rawan gagal panen.

“Melalui kolaborasi lintas unit dan penerapan metode yang lebih terukur, musim tanam ke-3 mencatat lonjakan produktivitas hingga 8,9 ton per hektar yang melampaui rata-rata produksi nasional di Pulau Jawa yang tercatat 6,2 ton per hektar,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis, Senin 17 November 2025.

Lanjutnya, sebagian besar hasilnya berasal dari komoditas padi yang memiliki kualitas dan nilai jual tinggi, sehingga memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi petani di wilayah Kebumen. Sebagai puncak kegiatan, Bank Mandiri bersama Pemerintah Kabupaten Kebumen dan petani binaan melaksanakan Seremonial Panen Bersama pada Rabu 12 November 2025.

Momentum ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara dunia perbankan, akademisi, dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pertanian yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Yoga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Bank Mandiri untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka lapangan kerja di sektor produktif. Seremonial panen ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi Bank Mandiri sebagai agen pembangunan nasional.

“Kami ingin memastikan para petani memiliki kemampuan untuk mengelola usaha secara efisien, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan,” jelas Yoga. 

Keberhasilan program pembinaan petani ini mempertegas posisi Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan sektor produktif, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan membuka lebih banyak peluang kerja di pedesaan. 

Ke depan, Bank Mandiri berkomitmen untuk memperluas model kolaborasi ini ke berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya nyata mewujudkan Sinergi Majukan Negeri.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya