Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Indonesia Masuk Liga Emas Dunia: Jadi Pemain Utama di Pasar Komoditas Paling Berkilau

JUMAT, 14 NOVEMBER 2025 | 09:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emas terus menjadi magnet utama pasar komoditas global, dengan harganya yang tak henti-hentinya mencetak rekor baru. Sebuah laporan menarik dari World Gold Council (WGC) menyoroti fakta bahwa pasokan emas global sangat bergantung pada segelintir negara.

Indonesia, rupanya, bukan sekadar penonton. Data WGC dalam laporan Gold Demand Trends 2025, yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 14 November 2025, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu dari 10 negara penghasil emas terbesar di dunia. Capaian ini menempatkan Indonesia duduk setara dengan raksasa pertambangan global seperti Tiongkok, Rusia, Australia, dan Kanada.

Indonesia: Kekuatan di Balik Grasberg



Kontribusi paling monumental dari Indonesia tentu saja berasal dari Tambang Grasberg di Papua. Tambang yang dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia (mitra strategis antara Freeport-McMoRan dengan Inalum/MIND ID) ini diakui sebagai salah satu tambang emas terbesar di planet ini.

Meski produksi Grasberg pada 2024 sedikit melandai (menghasilkan 1,86 juta ons emas), cadangan mineralnya masih fantastis. Diperkirakan, Grasberg masih menyimpan cadangan emas sekitar 23,9 juta ons, menjamin Indonesia akan terus menjadi pemasok utama dalam waktu yang sangat lama.

Posisi ini memvalidasi upaya pemerintah yang terus mendorong hilirisasi dan restrukturisasi kepemilikan tambang demi meningkatkan nilai tambah emas di dalam negeri.

10 Negara Penguasa Emas Global


Berikut adalah para pemain kunci yang bersama-sama menyumbang lebih dari 60 persen pasokan emas tambang dunia. Indonesia berada di posisi strategis, membuktikan kekayaan geologisnya yang luar biasa.

1. China - 380,2 ton/Tahun
China mempertahankan posisi sebagai produsen emas terbesar dunia, menyumbang sekitar 10 persen dari total produksi global. Perusahaan tambang besar milik negara seperti China National Gold Group dan Shandong Gold menjadi motor utama sektor ini. Permintaan emas domestik juga tinggi, didorong kebutuhan perhiasan dan cadangan bank sentral. Provinsi Shandong, Henan, dan Jiangxi menjadi wilayah utama penghasil emas di Negeri Tirai Bambu ini.

2. Rusia - 330,0 ton/Tahun
Rusia memiliki cadangan emas besar, khususnya di Siberia dan wilayah Timur Jauh. Emas memiliki peran penting dalam ekspor dan kekuatan cadangan devisa negara tersebut, dengan bank sentral terus memperkuat kepemilikan emasnya.

3. Australia - 284,0 ton/Tahun
Australia berada di peringkat ketiga dengan pusat produksi utama di Australia Barat. Kalgoorlie dan Boddington menjadi lokasi tambang terbuka terbesar. Selain produsen, Australia juga merupakan pusat pemurnian dan eksportir emas terbesar, dengan mayoritas pengiriman ke pasar Asia.

4. Kanada - 202,1 ton/Tahun
Produksi emas Kanada didukung oleh keunggulan geologis, mulai dari Quebec hingga Yukon. Industri tambang emas menjadi penopang ribuan lapangan kerja dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB nasional.

5. Amerika Serikat - 158,0 ton/Tahun
Produksi emas AS terkonsentrasi di Nevada yang menyumbang sekitar 75 persen output nasional. Selain itu, AS dikenal sebagai pemimpin global dalam inovasi dan standar keselamatan tambang.

6. Ghana - 140,6 ton/Tahun
Ghana menjadi produsen emas terbesar di Afrika. Emas menyumbang sekitar 40 persen pendapatan ekspor negara tersebut. Pemerintah Ghana terus memperbaiki regulasi penambangan untuk mendukung keberlanjutan produksi.

7. Meksiko - 140,3 ton/Tahun
Produksi emas Meksiko didorong oleh tradisi penambangan panjang dan investasi asing, terutama dari perusahaan Kanada dan AS. Negara bagian Sonora dan Zacatecas menjadi wilayah penghasil utama.

8. Indonesia - 140,1 ton/Tahun
Indonesia berada di posisi kedelapan, didukung operasi besar seperti tambang Grasberg di Papua yang merupakan salah satu tambang emas terbesar di dunia. Pemerintah terus mendorong hilirisasi serta restrukturisasi kepemilikan tambang untuk meningkatkan nilai tambah nasional.

9. Peru - 136,9 ton/Tahun
Peru menjadi salah satu produsen emas terbesar di Amerika Selatan. Namun, tantangan seperti penambangan ilegal dan isu lingkungan masih menjadi perhatian pemerintah.

10. Uzbekistan - 129,1 ton/Tahun
Uzbekistan memimpin Asia Tengah dalam produksi emas. Tambang Muruntau di negara ini termasuk salah satu tambang emas terbuka terbesar di dunia.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Nyepi di Tengah Ramadan Perkuat Persaudaraan Lintas Iman

Kamis, 19 Maret 2026 | 10:01

Bedah Trailer 'Spider-Man: Brand New Day', Mengungkap Daftar Pemain dan Kandidat Musuh Utama

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:49

Volume Kendaraan Tol Trans Jawa Naik Signifikan

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:47

Kepadatan Tol Jakarta-Cikampek Berlanjut hingga Pagi

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:20

TNI Disarankan Ambil Alih Penanganan Kasus Andrie Yunus dari Kepolisian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:14

Inspirasi Ucapan Hari Raya Nyepi 2026 yang Penuh Kedamaian

Kamis, 19 Maret 2026 | 09:12

Dokter Tifa Bantah Rumor Temui Jokowi

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:47

Dampak Perang Iran, Bank Sentral UEA Gelontorkan Paket Penopang Likuiditas

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:46

Dugaan Perintah Atasan di Balik Teror Aktivis Harus Diungkap

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:25

Mudik Lebaran Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 | 08:08

Selengkapnya