Berita

Siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 40 Ambon. (Foto: Humas Kemensos)

Nusantara

Kepala SRMA 40 Ambon Bantah Ada Penyetrikaan: Kami Didik Humanis!

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 00:17 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kabar tentang adanya penyetrikaan terhadap siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 40 Ambon dipastikan tidak benar. 

Kepala SRMA 40 Ambon, Afia Fransina Joris, menegaskan bahwa tidak ada kekerasan fisik dalam bentuk apa pun di sekolahnya, termasuk tindakan penyetrikaan.

“Tidak ada penyetrikaan di sekolah kami. Kami sangat menolak kekerasan dalam bentuk apa pun. Sekolah Rakyat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan pendidikan yang humanis,” tegas Afia dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 12 November 2025. 


Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat bukan hanya ruang belajar, tetapi rumah kedua bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk tumbuh dan belajar menjadi agen perubahan, mengangkat derajat keluarga, dan keluar dari lingkaran kemiskinan.

Dengan latar belakang siswa yang beragam, Afia menuturkan bahwa mendidik mereka membutuhkan kesabaran dan pendekatan empatik. 

“Kami memegang teguh trilogi Sekolah Rakyat: tidak boleh terjadi bullying, tidak boleh ada kekerasan, dan tidak boleh ada intoleransi. Itu prinsip yang kami jaga bersama,” jelasnya.

Terkait isu yang sempat muncul pada Selasa, 11 November 2025, Afia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari enam siswa yang membuat tanda menyerupai tato di dada mereka dengan cara menjepit kulit pakai penjepit hingga membentuk huruf. 

Setelah diketahui oleh wali asrama, para siswa dikumpulkan dan diberikan pembinaan.

Lebih lanjut, Afia menegaskan bahwa tidak ada ancaman atau tindakan kekerasan dari guru, wali asrama, maupun tenaga kependidikan. 

“Peristiwa ini bukan dilakukan oleh tenaga pendidik atau wali asrama. Kami pastikan tidak ada kekerasan di lingkungan SRMA 40 Ambon,” tegasnya.

Salah satu siswa, MAB, juga mengaku bahwa bekas luka di dadanya bukan akibat tindakan orang lain. 

“Saya yang bikin sendiri, dengan setrika untuk menghilangkan bekas jepitan mirip tato,” ujarnya.

Afia menambahkan bahwa pihak sekolah kini telah membentuk Tim Penanganan Kekerasan Sekolah, guna memastikan setiap siswa aman, dihormati, dan dibimbing dengan pendekatan yang humanis.

“Kami ingin mendidik anak-anak ini untuk saling mencintai, menghargai, dan memahami makna kesempatan yang diberikan negara. Mereka adalah harapan bangsa yang kelak akan membanggakan orang tua dan tanah air,” kata Afia.

Sementara itu, Keluarga MAB yaitu bibinya yang bernama Zainab Ulun, hari ini juga berkunjung ke SRMA 40 Ambon. Ia memastikan keponakannya dalam kondisi baik-baik saja. 

“Tidak apa-apa. Ya, Alhamdulillah baik,” ujar Zainab.

Sebagai bibi, ia mengungkapkan bahwa keponakannya yang beranjak dewasa harus bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. 

“Itu juga suatu pilihan jalan buat anak-anak kita juga, walaupun ada kesalahan, kalau tidak ditegur maka tidak di sayang, tapi kalau anak sampai ditegur berarti masih ada rasa sayang,” katanya.

Zainab mengaku dalam satu bulan bisa dua sampai tiga kali menjenguk keponakannya. Ia mendukung keponakannya bersekolah di Sekolah Rakyat secara asrama untuk membentuk kemandiriannya. 

“Kalau kita menjenguk tiap hari, maka anak itu tidak akan bisa mandiri,” pungkas dia.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya