Berita

bantuan logistik Kemensos untuk korban terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Nduga Papua Pegunungan. (Foto: Dok. Kemensos)

Politik

Kemensos Kirim Bantuan Korban Banjir dan Longsor di Nduga

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 22:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Bantuan logistik dikirim Kementerian Sosial (Kemensos) untuk korban terdampak banjir dan longsor di Distrik Dal dan Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

"Kami mengirimkan bantuan logistik kedaruratan melalui Gudang BBPPKS (Balai Besar Pendidikan Pelatihan Kesejahteraan Sosial) Papua yang selanjutnya didistribusikan kepada warga terdampak," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 November 2025.

Bantuan logistik telah didistribusikan pada 9-10 November 2025 berupa makanan siap saji sebanyak 500 paket, makanan anak 504 paket, tenda gulung 200 lembar, selimut dan kasur masing-masing 100 lembar, family kit 100 paket, sandang dewasa 300 paket, serta sandang bayi 200 paket.


Selain bantuan logistik, Kemensos juga menyiapkan bantuan kedaruratan melalui belanja langsung di lokasi yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor.

Jenis bantuan belanja langsung untuk Distrik Dal terdiri dari, beras 500 kg, mie instan 2.500 bungkus, minyak goreng 1 liter sebanyak 500 botol, gula 50 kg, kopi bubuk dan garam dapur masing-masing sebanyak 50 bungkus, serta biskuit 500 bungkus.

Kemudian barang bantuan belanja langsung untuk Distrik Mebarok berupa beras 500 kg, mie instan 2.500 bungkus, minyak goreng 1 liter sebanyak 500 botol, gula 50 Kg, kopi bubuk dan garam dapur masing-masing sebanyak 50 bungkus, biskuit 500 bungkus, sandang dewasa 100 pasang, pakaian anak 100 stel, serta tenda gulung 30 lembar.

Bantuan penanganan bencana alam untuk korban di Distrik Mebarok didistribusikan hari ini sampai 14 November 2025 menyesuaikan keadaan mengingat jalur yang dilalui untuk mencapai lokasi kejadian cukup ekstrem.

Sementara dari Distrik Kuyawage ke Distrik Mebarok butuh waktu 2-3 hari dengan berjalan kaki. Kemudian, cuaca yang tidak bisa diprediksi, serta jaringan telepon seluler maupun internet yang terbatas menjadi hambatan lainnya dalam proses pendistribusian bantuan. 

Data sementara yang dihimpun, total ada 530 kepala keluarga terdampak bencana pada Sabtu, 1 November 2025. Dari jumlah tersebut, 350 kepala keluarga di antaranya berada di Distrik Dal, dan 180 kepala keluarga lainnya di Distrik Mebarok.

Distrik Dal dan Distrik Mebarok mengalami longsor dan banjir pada Sabtu, 1 November 2025 dan mengakibatkan 10 orang meninggal dunia dan 13 orang hilang. Peristiwa ini disebabkan hujan ekstrem dengan intensitas sedang hingga lebat.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya