Berita

Presiden ke-2 RI Soeharto. (Foto: Istimewa)

Politik

JP98 Bandung:

Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan Nasional

Berkuasa Lewat Proses Berdarah
SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 14:31 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jaringan Progresif 98 Bandung (JP98 Bandung) Zaenal Muttaqin menolak keras pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto yang dilakukan pada Senin 10 November 2025 atau bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Zaenal mengatakan, tumbangnya rezim Soeharto pada 1998 adalah puncak dari situasi ekonomi politik yang sangat sentralistik dan otoritarian dimana suara-suara kritis rakyat banyak dibungkam. 

"Soeharto sendiri naik (kekuasaan) melalui proses berdarah," kata Zaenal melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa 11 November 2025.


Pasca G30S/PKI, Soeharto melakukan operasi pembersihan kelompok PKI karena dianggap bertanggung jawab pada peristiwa penculikan jenderal.

"Operasi berlangsung secara membabi buta, banyak rakyat yang menjadi korban hanya karena tuduhan semata tanpa bukti peradilan," kata Zaenal.

Zaenal menduga pembersihan kelompok PKI itu memperoleh  
dukungan kekuatan asing yang sedang bertarung memperebutkan pengaruh geo politik internasional. 

"Berbagai peristiwa berdarah selama periode kepemimpinan Soeharto juga menjadi salah satu tolak ukur tidak kayaknya Soeharto menjadi pahlawan nasional," kata Zaenal.

Di samping itu, menyematkan gelar pahlawan nasional berbarengan dengan aktivis buruh Marsinah merupakan tragedi tersendiri.

"Karena Marsinah adalah salah satu korban dari kebijakan politik Soeharto. Pelaku dan korban menjadi pahlawan nasional adalah ironi," pungkas Zaenal.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya