Berita

Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshidiqie di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin 10 November 2025. (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Komisi Reformasi Polri akan Kerja Maraton selama Tiga Bulan

Pekan Ini Dialog dengan Gerakan Nurani Bangsa
SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 17:57 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Komisi Percepatan Reformasi Polri bakal akan mengundang Gerakan Nurani Bangsa (GNB) untuk berdiskusi pada Kamis 13 November 2025.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari rapat secara rutin setiap minggunya selama tiga bulan ke depan. Komisi Reformasi Polri berencana mengundang pelbagai kalangan masyarakat untuk mendengar aspirasinya terkait reformasi Polri.

"Selama tiga bulan tim ini akan bekerja maraton," kata Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshidiqie di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 10 November 2025.


Selain GNB, tim juga akan mengundang akademisi, mahasiswa hingga perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). 

"Hari Kamis diharapkan kami sudah mengadakan public hearing pertama," kata Jimly.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri yang didalamnya berisi Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan; Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian; Menteri Hukum Supratman Andi Agtas; Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan periode 2019-2024 Mahfud MD; Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008 Jimly Asshiddiqie; Kapolri 2019-2021 Idham Aziz; Kapolri 2015-2016 Badrodin Haiti; Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan, Ketertiban Masyarakat Ahmad Dofiri; dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya