Berita

Halaman depan gedung SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara (Foto: Kompas)

Politik

Tragedi SMAN 72 Jadi Alarm Darurat Trauma dan Bullying Sekolah

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 12:10 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Peristiwa ledakan di SMAN 72 tidak hanya menyisakan kerugian fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis yang luas pada seluruh ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga staf pendukung. Tragedi ini menjadi sorotan tajam bagi Komisi VIII DPR RI, yang menuntut penanganan krisis yang menyeluruh.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak boleh bersifat parsial.

“Kita tidak hanya bicara soal luka tubuh, tetapi juga luka batin. Anak-anak, guru, orang tua, bahkan petugas sekolah bisa mengalami trauma. Karena itu, penanganannya tidak boleh sepotong-sepotong, harus menyeluruh, lintas aspek, dan lintas instansi,” ujar Selly,  dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 10 November 2025.


Selly secara spesifik menyoroti dugaan bahwa pelaku pengeboman adalah siswa berusia 17 tahun yang mengalami tekanan sosial dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Bagi Selly, tragedi ini adalah peringatan serius bagi institusi pendidikan di Indonesia.

“Masalahnya bukan hanya di rumah atau di sekolah, tapi di ekosistem perlindungan anak yang belum bekerja optimal. Anak kehilangan ruang aman untuk bicara, kehilangan telinga yang mau mendengar,” tegasnya.

Mantan Wakil Bupati Cirebon ini menambahkan bahwa ketika sekolah gagal menjadi ruang aman dan rumah tidak menjadi tempat curhat, anak-anak rentan melampiaskan kegelisahan mereka ke ruang digital. Di sinilah bahaya konten ekstrem dapat menjerumuskan. Jika sekolah tidak ramah dan rumah tidak menjadi tempat curhat, maka media sosial mengambil alih fungsi pendidikan emosional anak. Itu yang berbahaya.

Sebagai anggota DPR yang membidangi isu perlindungan anak, Selly menekankan bahwa pemulihan psikotraumatik harus dilakukan secara menyeluruh, tidak selektif. Sebab, bahkan anak yang tidak terluka secara fisik pun dapat mengalami trauma psikis yang mendalam.

Oleh karena itu, Selly mendorong agar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Pendidikan, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) segera mengambil langkah konkret.

Ia mendesak pembentukan Tim Respon Krisis Sekolah yang melibatkan psikolog, Guru Bimbingan Konseling (BK), serta perwakilan orang tua, untuk memastikan pemulihan psikis seluruh ekosistem SMAN 72 berjalan optimal.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya