Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Hijau Berjamaah, IHSG Bidik Terobosan di Atas 8.400

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Bursa saham Asia mengawali pekan kedua November dengan semangat bullish yang menular. Penguatan pasar Asia pagi ini, Senin 10 November 2025, didukung oleh dua faktor utama.

Pertama, peredaan tekanan AI. Saham-saham terkait Kecerdasan Buatan (AI) yang sempat tertekan kini mulai mereda, mengembalikan optimisme investor teknologi. Yang kedua, data inflasi China di mana CPI China pada  Oktober yang tercatat 0,2 persen (yoy), sedikit di atas ekspektasi pasar,  turut memberikan sentimen positif pada kesehatan ekonomi regional.

Hingga pukul 08:15 WIB, indeks-indeks utama Asia mencatat kenaikan signifikan


Kospi (Korea Selatan) melonjak tajam 1,97 persen ke 4.031,83, dipimpin oleh saham perbankan dan asuransi. Nikkei 225 (Jepang), menguat 0,58 persen ke 50.565,95. ASX 200 (Australia), juga menguat 0,33 persen ke 8.798,40.

Setelah mencetak rekor penutupan tertinggi (All-Time High Closing) di level 8.394 pada akhir pekan lalu, IHSG kini memiliki momentum kuat untuk menciptakan sejarah baru di atas 8.400.

Para analis memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berada dalam tren bullish jangka pendek, didorong oleh musiman akhir tahun, di mana pasar memasuki periode musiman akhir tahun yang cenderung positif (window dressing). Aksi beli juga mempengaruhi, di mana sektor-sektor penggerak, terutama saham perbankan dan big caps, diyakini akan menjadi target aksi beli, termasuk oleh investor asing.

Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan bermain di rentang 8.350-8.450. Jika berhasil menembus level psikologis 8.400, ini akan menjadi sinyal kuat bagi kelanjutan tren kenaikan hingga akhir tahun.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya