Berita

Ruang Berkumpul Pengemudi Indonesia (RBPI) membahas tantangan sektor logistik di Harlas ke-4, Minggu 9 NOvember 2025 (Foto: RBPI)

Bisnis

Menuju Indonesia Emas 2045: Logistik Terancam Jika Pengemudi Minim Kompetensi dan Perlindungan

SENIN, 10 NOVEMBER 2025 | 08:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengemudi di Indonesia mendesak adanya pengakuan dan perlindungan yang memadai, mengingat peran sentral mereka sebagai penopang utama perekonomian nasional.  Peringatan ini disuarakan dalam pertemuan strategis Ruang Berkumpul Pengemudi Indonesia (RBPI) yang membahas tantangan sektor logistik. 

Ketua Umum RBPI, Ika Rostianti, menyampaikan statement mengenai kondisi para anggotanya. Dalam sambutan pembuka di acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 RBPI, ia menegaskan peran sentral para pengemudi. 

“Kita adalah tulang punggung ekonomi bangsa, dengan tantangan jam kerja panjang dan risiko pekerjaan yang tinggi,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin 10 November 2025. 


Ika menyoroti bahwa meskipun peran pengemudi vital dalam menjamin kelancaran distribusi pangan dan kebutuhan nasional, dukungan struktural masih minim.

“Perjuangan masih belum selesai. Hingga kini belum ada direktorat khusus yang mengayomi para pengemudi. Maka dari itu, kita perlu mendukung program-program pemberdayaan sumber daya manusia,” ujarnya. 

Mengusung tema “Pengemudi Kompeten Garda Terdepan Keselamatan dan Kelancaran Distribusi Pangan serta Kebutuhan Nasional”, Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 RBPI yang diselenggarakan di Medan pada Minggu 9 November 2025 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat posisi pengemudi sebagai pilar ekonomi bangsa dan mendeklarasikan komitmen mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Klaim mengenai risiko pekerjaan yang tinggi ini didukung oleh data BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Utara. Alfiano dari BPJS mengungkapkan angka kecelakaan kerja yang mengkhawatirkan di provinsi tersebut.

“Berdasarkan data yang ada, di Sumatera Utara telah terjadi 54.300 kasus kecelakaan kerja dan 11.415 kasus jaminan kematian,” terang Alfiantto. Data ini memperkuat desakan RBPI agar jaminan sosial diperluas, mengingat masih ada sekitar 3 juta pekerja di Sumut yang belum terlindungi, padahal profesi pengemudi penuh bahaya.

Dukungan bagi RBPI juga disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Alfi Syahriza. “Selama ini, para pengemudi yang tergabung dalam RBPI selalu menjadi garda terdepan dalam mendukung perekonomian nasional... Oleh karena itu, keluarga besar RBPI patut mendapatkan apresiasi yang setinggi-tingginya,” kata Alfi yang hadir mewakili Gubernur Sumut.

Sementara, AKBP Widodo dari Polda Sumut menekankan pentingnya peningkatan kompetensi yang holistik. “Kami banyak menemukan berbagai aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari perilaku saat berkendara... Saya sangat mengapresiasi keberadaan RBPI yang secara konsisten berupaya meningkatkan kualitas perilaku anggotanya,” ujarnya.

Senada, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub RI, Irjen Pol (Purn) Aan Suhanan, menyambut baik fokus RBPI pada kompetensi. Menurutnya, pengemudi profesional harus menguasai tiga aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan (skill), dan sikap (attitude).

“Jika kita berbicara tentang kebutuhan pengemudi di luar negeri, seperti Jepang, mereka sangat membutuhkan sekitar 400 pengemudi yang syarat utamanya adalah kompeten," ujarnya. 

Di akhir pertemuan, RBPI membacakan deklarasi yang isinya menegaskan komitmen mereka untuk disiplin keselamatan dan mendukung program pemerintah (termasuk Zero ODOL). Poin utamanya adalah; meningkatkan disiplin keselamatan kerja, mengawal efisiensi dan memberantas pungli, meminta dukungan penuh pemerintah dan jaminan sosial yang memadai, dan siap berdiri di garda terdepan mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya